RedaksiHarian – Yayasan Plan Indonesia berhasil menggalang dana sebesar Rp1 miliar untuk membantu pengadaan air bersih di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), lewat penyelenggaraan lari amal ultra marathon Jelajah Timur 2023.
“Plan Indonesia sangat berterima kasih kepada para pelari yang sudah membantu penggalangan dana, dan juga kepada masyarakat yang sudah berdonasi dan mendukung kampanye ini,” kata Direktur Resources and Mobilisation Plan Indonesia Linda Sukandar dalam keterangan, di Jakarta, Senin.
Pada tahun kelima penyelenggaraannya, kegiatan lari amal ultra marathon Jelajah Timur 2023 telah dilaksanakan pada 27-28 Oktober 2023, dengan jarak tempuh 108 kilometer dengan rute SoE-Kupang.
Linda Sukandar menyebut ada lebih dari 80 pelari ultra marathon yang terpilih dan berlari demi menggalang dana untuk mewujudkan pengadaan air bersih di tiga desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Ia menuturkan akses terhadap air bersih menjadi permasalahan yang berdampak bagi perempuan dan anak perempuan yang memiliki beban tanggung jawab lebih banyak dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk keluarganya dengan berjalan sangat jauh.
“Beban yang dipikul oleh perempuan dan anak perempuan ini mengakibatkan tenaga dan waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja dan belajar habis untuk mengambil air. Sulitnya akses terhadap air bersih juga berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat dan serta proses tumbuh kembang anak, bahkan berpotensi menyebabkan stunting. Mengingat stunting di NTT adalah yang tertinggi di Indonesia,” katanya.
Hal ini diperburuk dengan adanya kekeringan berkepanjangan di NTT yang menyebabkan krisis air.
Linda Sukandar menambahkan, data dari Pemerintah Provinsi NTT pada tahun 2019 menunjukkan bahwa 27,5 persen keluarga tidak memiliki akses ke air bersih.