RedaksiHarian – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat masih menyelidiki sumber penularan dua kasus cacar monyet (monkeypox/mpox) di wilayah tersebut.

“Itu masih kita selidiki dengan ‘surveillance’ (peninjauan), karena itu mesti kita telusuri darimana,kayaknya emang dari sini saja sih (lokal), bukan dari mana-mana,” ungkap Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta BaratErizon Safari saat dihubungi di Jakarta pada Kamis.

Hingga kini, kata Erizon, terdapat dua kasus cacar monyet di Jakarta Barat (Jakbar). “Sudah ada kasusnya, cumasetahusaya lokasinya saya belum cek lagi, tapi warga Jakarta Barat terkonfirmasi (ada yang positif),” katanya.

Dia mengatakan, di Jakarta Barat terdapat dua kasus cacar monyet. “Setahusaya ada dua (orang), tapi apakah ada tambahan lagi saya kurang tahu lagi,” kata Erizon.Kedua pasien tersebut, kata Erizon, tidak punya riwayat bepergian ke luar negeri. “Kayaknya enggak ada,” kata Erizon.

Selain itu, kedua pasien tersebut juga tidak memiliki riwayat berhubungan badan. “Oh enggak, enggak, enggak ada konteks. Kebetulan aja domisilinya atau alamatnya Jakarta Barat, jadi berdekatan,” kata Erizon.

Kini, kata Erizon, kedua pasien tersebut sedang diisolasi di rumah sakit untuk pengobatan dan pencegahan penularan. “Diisolasi di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah),” kata Erizon.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telahmelaporkan hingga Rabu (25/10) sebanyak 13 kasus positif cacar monyet ditemukan di Jakarta. Sembilan orang berstatus suspek atau terduga bergejala “mpox”.

Sebanyak 12 pasien positif “mpox” saat ini masih diisolasi di rumah sakit. Dedangkan satu orang lainnya telah dinyatakan sembuh.