RedaksiHarian – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni menyerahkan sejumlah sertifikat tanah wakaf untuk pesantren dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Pertanahan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu.

Salah satu penerima sertifikat tanah wakaf tersebut adalah Pesantren Al Maunah Kepuh Nahdlatul Ulama, yang berlokasi di Desa Panongan, KecamatanPalimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Raja Juli mengatakan sertifikattanah wakaf memiliki posisi kuat untuk memberikan kepastian hukum hak atas tanah. Dengan adanya sertifikat terebut, makatanah akan terhindar dari sengketa dan konflik.

Dia pun berharap Pesantren Al MaunahCirebon dapat terus berkembang untuk melahirkan cendekiawan muslim yang membawa kemajuan bagi bangsa dan negara Indonesia.

“Tidak hanya terhindar dari sengketa dan konflik, amaljariyah orang yang mewakafkan pun akan terus mengalir. Semoga dari pesantren ini, lahir cendekiawan muslim yang mencerahkan dunia,”kata Juli di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu.

Dalam kunjungannya, Juli juga menyerahkan enam sertifikat untuk mushola, rumah tahfidz, hingga sarana pendidikan. Diaberharap seluruh bidang tanah wakaf, khususnya di Kabupaten Cirebon, dapat tersertifikasi.

“Kamiterus mengejar sertifikasi tanah wakaf, kamiberharap ke depannya seluruh bidang tanah wakaf di Cirebon dapat tersertifikasi,” jelas Juli.

Pendirian Pesantren Al Maunah Kepuh Nahdlatul Ulama berawal dari sebuah pengajian rutin pada sebuah gubuk. Seiring perkembangannya, banyak anggota pengajian yang bermukim, sehingga gubuktidak lagi memadai bagi anggota yangmengaji.

Lalu, pada tahun 2004, H.Samaun mewakafkan tanah untuk pengembangan pondok pesantren. Tanah wakaf tersebut baru didaftarkan untuk sertifikasipada tahun 2023dan telah dinyatakan selesai.

Sementara itu, padakesempatan yang sama, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Cirebon Hesekiel Sijabat menjelaskan bahwa jajarannya telah mengeluarkan sertifikat tanah wakaf bagi1.396 bidang atau seluas 117 hektare. Sertifikat wakaf itutersebar di 307 desa dan 40 kecamatan.

Kantor Pertanahan Cirebonberkomitmen melakukan percepatan sertifikasi tanah wakaf. Komitmen itu sendiri sedang dijalankan dengan berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cirebon, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama, dan Kementerian Agama.

“Tahun ini, kami kami fokus untuk melakukan pendataan, ada di titik mana saja bidang wakaf;dan semoga tahun depan kami bisa fokus untuk melakukan pengukuran,” ujarHesekiel.