RedaksiHarian – Karya-karya para penyandang disabilitas binaan sentra Kementerian Sosial (Kemensos) di seluruh Indonesia ditampilkan di depan delegasi Forum Tingkat Tinggi ASEAN tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca Tahun 2025 (AHLF).
Karya dan usaha penyandang disabilitas bermutu tinggi mulai dari hasil kain eco-print, kain shibori, lukisan, hingga usaha kopi berjejer di pameran yang diadakan di Sentra Wirajaya Makassar, Kamis.
“Acaranya memang menunjukkan hasil karya disabilitas, terutama di sentra kami, sudah Kemensos lakukan bagaimana penanganan disabilitas, dan pengunjung sangat mengapresiasi. Ada beberapa, bahkan dari Kamboja, meminta untuk training para penari,” ujar Mensos Risma.
Bahkan kepada para delegasi ASEAN, MensosRisma bercerita bahwa dari lukisan, para disabilitas grahita yang dibina dapat menabung hingga memiliki saldo Rp96 juta, yang ditunjukkan melalui buku tabungan.
Selain menampilkan hasil produksi bernilai jual tinggi tersebut, MensosRisma juga mengajak para delegasi melihat hasil pemberdayaan penyandang disabilitas, seperti bengkel motor. Bengkel tersebut juga diberdayakan untuk memodifikasi alat bantu sesuai kebutuhan spesifik disabilitas.
Inovasi-inovasi seperti tongkat adaptif disabilitas, kursi roda adaptif, kursi roda cerebral palsy, gelang disabilitas rungu GRUWI, dan gelang disabilitas grahita GRITA, mencuri perhatian para delegasi.
Mensos Risma mengatakan dari pameran tersebut, banyak dari para delegasi luar negeri ingin membeli produk tersebut. Namun saat ini tengah diupayakan agar bisa mendapat paten internasional.
Upaya produk-produk penyandang disabilitas dapat bersaing di pasar lebih besar, juga didukung dengan kerja sama Kemensos dengan kelompok desain Tata Rupa Nusantara untuk mempercantik kemasan dan pemasaran.