RedaksiHarian – Ahli geologi dan vulkanologi AdeEdwardmenduga gundukan batuan yang ditemukan oleh warga di wilayahKecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, merupakan kekar kolom.

“Ini sebetulnya sudah lama kita cari. Kekar kolom ini salah satu item yang kita cari,” katanyadi Padang Pariaman, Kamis.

Berdasarkan hasil pengamatan fisik di lapangan, ia mengatakan, bebatuan pada gundukan yang ditemukan di Lubuk Alung merupakan jenis batuan andesitbasaltikatau antara batuan andesit dengan basaltik.

Ia menambahkan, batu andesit berwarna abu-abu muda dan batuan basaltikwarnanya lebih ke abu-abu atau mendekati hitam.

Ade menjelaskan, bebatuan itu terbentuk akibat proses pembekuan magma di bawah permukaan bumi yang kemudian menyelusup melalui celah retakanatau patahan.

“Magma tersebut mendapatkan tekanan dan menyelusup ke dalam sela-sela batuan sehingga membeku,” katanya.

Dalam proses perubahan masa dari cair menjadi padat, ia melanjutkan, terjadipenyusutan dan pengerasan.

“Ketika itulah terjadi fenomena yang membentuk kolom-kolom yang nama disebut columnar joint(kekar kolom),” katanya.

Ade mengemukakan bahwa usia bebatuan yang diduga merupakan kekar kolom diLubuk Alung kemungkinan antara 40 sampai 60 juta tahun.

Menurut dia, diperlukan penelitian dan pengkajian untuk menentukan usia bebatuan tersebut.

Ade menyampaikan bahwa kekar kolom juga dapat dijumpai di area air terjun Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Menurut dia, struktur batuan pada kekar kolom di Lembah Anai jauh lebih rapi dibandingkan dengan susunan bebatuan pada gundukan yang ditemukan di wilayah Padang Pariaman.