RedaksiHarian – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan masalah banjir dan polusi udara serta kemacetan lalu lintas harus mampu diselesaikan gubernur DKI Jakarta mendatang.

Menurut dia, figuryang memahami seluk-beluk dan permasalahan di Jakarta adalah sosok yang ideal untuk menjadi pemimpin Jakarta mendatang.

“Paham terkait dengan persoalan-persoalan Jakarta, itulah yang paling penting,” kata Ujang saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ujang mengatakan, sosok pemimpin Jakarta yang ideal tidak boleh hanya paham sejarah Jakarta saja, tapi harus sadar terhadap persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kemasyarakatan di Jakarta.

Sosok tersebut juga harus memahami masalah yang kerap berulang di Jakarta, seperti kemacetan, polusi dan banjir. “Masalah tersebut harus bisa diselesaikan oleh gubernur Jakarta mendatang,” ujarnya.

Dengan memahami persoalan Jakarta, sosok gubernur tersebut akan dapat memetakan strategi dan membuat kebijakan yang tepat untuk menyelesaikan persoalan di Jakarta, kata dia.

Apalagi, Jakarta adalah tempat berkumpul dan “kancah lebur” (melting pot) putra-putri bangsa Indonesia dan direncanakan akan terus dikembangkan sebagai pusat ekonomi nasional setelah status Ibu Kota Negara (IKN) berpindahdi Kalimantan Timur.

“Sehingga warga Jakarta juga bahagia dan sejahtera, tumbuh, dan berkembang bersama dengan sentra ekonomi nasional itu,” kata Ujang.

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 Tahun 2023, dijelaskan bahwa masa jabatan Penjabat (Pj) Gubernur hanya satu tahun, namun dapat diperpanjang setahun berikutnya dengan orang yang sama atau berbeda.

Terkait hal itu, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang masa tugasnya berakhir bulan ini menyerahkan sepenuhnya keputusan perpanjangan masa jabatan Pj Gubernur kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

Ia juga mengatakan bahwa evaluasi kinerja triwulan keempatnya di Kemendagri sudah rampung pada 29 September.

Heru dilantik sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta pada 17 Oktober 2022 menggantikan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Anies Baswedan.