RedaksiHarian – Kementerian Perhubungan RI menyampaikan bahwa optimalisasi layanan infrastruktur transportasi menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki kinerja logistik.

Hal itu mengingat data yang dirilis Bank Dunia bahwa Logistic Performance Index (LPI) Indonesia tercatat menurun di peringkat ke-63 pada 2023, dibandingkan pada 2018 yang tercatat di peringkat ke-46.

“Upaya-upaya yang kami lakukan adalah optimalisasi layanan infrastruktur transportasi yang menyebabkan rendahnya performa layanan,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Arif Toha Tjahjagama dalam acara Peningkatan Kinerja Logistik Melalui Utilisasi Layanan National Logistics Ecosystem (NLE) di Jakarta, Selasa.

Arif melanjutkan, upaya lain yang juga dilakukan yakni meningkatkan kapasitas angkut moda transportasi serta perbaikan kinerja layanan khususnya di sektor transportasi darat.

Kemudian dari segi biaya pencatatan inventaris atau inventory carrying cost, peningkatan kapasitas jasa logistik melalui pemberdayaan pemilik kargo diharapkan dapat menurunkan biaya inventaris yang saat ini masih lebih tinggi.

Dalam pemaparannya, Arif mengungkapkan bahwa biaya logistik terhadap persentase harga barang Indonesia tercatat sebesar 14,1 persen. Kontribusi itu didominasi oleh transportasi darat sebesar 7,0 persen, kemudian transportasi laut 3,6 persen, pergudangan 1,5 persen, administrasi 1,2 persen, dan transportasi udara sebesar 0,8 persen.

Sebagai langkah penyempurnaan kebijakan logistik, Arif menjelaskan beberapa strategi dari Kemenhub. Pertama, melakukan efisiensi terhadap jaringan angkutan pelayaran dan penerbangan sebagai tulang punggung konektivitas yang terpadu secara domestik dan terhubung secara global.

Kedua, penguatan integrasi antar moda transportasi darat, laut, dan udara untuk meningkatkan efisiensi logistik dan mobilitas penumpang.

“Selanjutnya, mewujudkan pengembangan angkutan masal yang terintegrasi dan berkelanjutan terutama jaringan kereta api menuju ke pelabuhan. Strategi itu juga diarahkan guna meningkatkan daya saing logistik nasional,” pungkasnya.