RedaksiHarian – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan, Pemerintah Indonesia bersama United Nations Development Programme (UNDP) melalui Climate Promise Projecttelah mengembangkan cetak biru atau peta jalan dekarbonisasi di sektor pariwisata.

“Kami mendorong pemangku kepentingan mengambil peran dalam menyiapkan rencana aksi dan peta jalan (road map) untuk mempromosikan pariwisata yang positif terhadap iklim. Jadi, pariwisata yang bukan menghadirkan isu negatif, tapi menghadirkan pariwisata yang ramah terhadap iklim (climate positive tourism),”ujar Sandiaga dalam konferensi pers bertajuk “Peta Jalan SektorPariwisata Indonesia Menuju Dekarbonisasi”, yang digelar di Badung, Bali, Selasa.

Adapun peta jalan dekarbonisasi sektor pariwisata ini, lanjut dia, terdapat tiga subsektor, yakni daya tarik pariwisata terutama destinasi, akomodasi atau fasilitas pariwisata, serta tur dan perjalanan.

Dirinya juga menuturkaninisiatif awal yang akan dilakukan yakni berfokus pada aspek energi yang dikonsumsi dan limbah yang dihasilkan dari aktivitas wisata.

“Untuk selanjutnya, diterapkan dekarbonisasi yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi dan mengurangi jumlah sampah dan limbah yang dihasilkan,”jelasnya.

Pihaknya pun akan menindaklanjuti peta jalan ini berdasarkan dengan menghitung target-target penurunan emisi dari sektor pariwisata dan menyiapkan sistem laporan dalam mendampingi perjalanan pariwisata menuju nol emisi pada 2060 atau lebih awal.

Pihaknya juga melakukan kerja sama dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah naungan Climate Promise Project untuk melakukan survei pengolahan limbah ke sejumlah hotel dilanjutkan dengan aksi mitigasi penurunan emisi karbon.

“Aksi serupa akan diperluas ke lima destinasi pariwisata superprioritas lainnya di Indonesia,”ujarnya.

Peta jalan dekarbonisasi di sektor pariwisata telah disampaikan pada Indonesia Policy Showcasesaat gelaran “AIS: Blue Economy High-Level Dialogue: Forging a New Era of Sustainale Growth”, yang digelar Senin (9/10/2023) dan telah ditandatangani pada Pertemuan Kelima Tingkat Menteri AIS Forum yang digelar Selasa ini.