RedaksiHarian – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratiknomengatakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpotelah mengajukan permintaan untuk menghadap kepada Presiden Joko Widodo pada Jumat (6/10) terkait pengunduran dirinya dari jajaran Kabinet Indonesia Maju.

“Beliau (Syahrul Yasin Limpo) minta waktu rencananya besok (Jumat, 6/10) akan menghadap Pak Presiden (Jokowi). (Syahrul) Memohon waktu kepada Pak Presiden menghadap, besok,” kataPratikno setelah menerimaSyahrul Yasin Limpo di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis petang.

Pratikno mengatakan awalnya Syahrulingin bertemu Jokowipada Kamis. Namun,Pratikno tidak bisa menjanjikan jadwal pertemuan pada Kamis.

Selain itu, Syahruljuga baru tiba di Indonesia dari luar negeri pada Rabu malam (4/10)dan selesai berkegiatan penuh di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Polda Metro Jaya, hingga DPP Partai Nasdempada Kamis. Karena kesibukannya itu, Syahrulpun mengubah jadwal untuk menghadap Jokowi menjadi pada Jumat.

“Kami juga menawarkan kepada Pak Syahrul apakah akan menghadap Pak Presiden petang ini, itu saya akan jajaki (tapi) saya tidak berjanji; tapi Pak Syahrul Limpo tadi sudah kan baru tiba dari luar negeri, terus kemudian seharian full ada berbagai macam acara,” jelas Pratikno.

Pratiknopunmengatakan Setneg telah menerima surat pengunduran diri SyahrulYasin Limposebagai mentan dan segera melaporkan kepada Presiden Jokowi. Selanjutnya, Pratikno akan menunggu arahan Jokowi terkait tindak lanjutnya.

“Kemungkinannya adalah tentu, karena sudah mengundurkan diri, akan diterbitkan keppres pemberhentian; dan tentu saja kamiharus mencari orang yang melaksanakan tugas sebagai menteri pertanian,” katanya.

Terkait calon mentanpenggantiSyahrulYasin Limpo,Pratikno memintauntuk menunggu keputusan Jokowi.

“Nanti dulu, itu nanti keputusan Bapak Presiden,” ujarnya.​​​​​​​

SyahrulYasin Limpo datang menemuiPratiknodengan didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbayadi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, pukul 17.20 WIB. Mantan gubernur Sulawesi Selatan itu tiba di Indonesia Rabu petang setelah dikabarkan “hilang kontak”di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi di Kementan.