RedaksiHarian – Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Barat (Jabar) mencatat inflasi secara tahunan atau year on year (yoy) pada bulan September 2023 sebesar 2,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,95, dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mengalami penurunan.

“Ini menunjukkan tim TPID kamimampu berbuat banyak mengendalikan inflasi khususnya di Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya pada (yoy) bulan Agustus kamimengalami inflasi 3,27 persen,” kata Kepala BPS Provinsi JabarMarsudijono, di Bandung, Selasa (3/10).

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di tujuh kota di Jabarpada September 2023 terjadi inflasi yoy sebesar 2,35 persen atau terjadi kenaikan IHKdari 114,27 pada September 2022 menjadi 116,95 di September 2023.

Marsudijono mengungkapkan dari tujuh kota di Jabar, IHK seluruhnya mengalami inflasi tahunan pada September 2023, dengan tertinggi terjadi di Kota Cirebon sebesar 3,07 persen dan IHK 113,32, sementara yang terendah terjadi di Kota Depok sebesar 1,96 persen dengan IHK 116,95.

Sementara itu, katadia lagi, kota-kota lainnya juga mengalami inflasi tahunan, yaitu Kota Bogor sebesar 2,98 persen dengan IHK 118,06, Kota Sukabumi sebesar 2,78 persen dengan IHK 115,74, Kota Bekasi sebesar 2,34 persen dengan IHK 118,01, Kota Bandung sebesar 2,30 persen dengan IHK 115,45 dan Kota Tasikmalaya sebesar 2,96 persen dengan IHK 114,34.

“Mudah-mudahan angka inflasi tinggal tiga bulan ke depan kamimampu sesuai target yang sudah dicanangkan oleh pemerintah,” kata dia pula.

Marsudijono menjelaskan inflasi ini terjadi karena kenaikan harga hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,96 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,23 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,34 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,53 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,80 persen; kelompok transportasi sebesar 1,01 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,20 persen.

Kemudian kelompok pendidikan sebesar 1,99 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,35 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,08 persen.

Untuk komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy pada September 2023, menurutMarsudijono, di antaranya beras, rokok kretek filter, sewa rumah, kontrak rumah, rokok putih, daging ayam ras, emas perhiasan, dan tukang bukan mandor.