RedaksiHarian – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kesiapan melakukan intervensi dalam bentuk pemberian bantuankepada daerah yang berstatus darurat kekeringan akibat El Nino.

“Kalau pemerintah daerah sudah menyatakan tidak sangguplalu kemudian sudah dinyatakan status darurat kekeringan dan meminta bantuan pusat, kami BNPB siap mengintervensi, memberi bantuan sesuai yang diminta,” kataKepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPBAbdul Muhari​​​ di Jakarta, Selasa.Pemberian bantuan itu, kata dia,menyesuaikan dengan permintaan dari pemerintah daerah terdampak kekeringan sehingga baik jumlah maupun bentuk bantuan akan berbeda-beda.

Ia menyebutkan bentuk intervensi bantuan tersebut, antara lainpemenuhan air bersih warga, pemberian tandon air yang semula menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, danbantuan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dengan menebar garam pada awan konvektif.

Beberapa provinsi yang mengalami kekeringan dan telah menerima bantuan TMC dari BNPB, seperti Banten pada awal Agustus 2023 dan DKI Jakarta pada akhir Agustus 2023.Pelaksana TugasDeputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan dalam pernyataan resmimenyebutkan sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau dansekitar 11 persen dari total wilayah memasuki musim hujan.

Ia mengatakan beberapa provinsi di Indonesia bahkan masih klasifikasi awas dalam peringatan dini kekeringan meteorologis selama dasarian pertama pada Oktober 2023.Beberapa provinsi itu, antara lain Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan DKI Jakarta.

“Dan sebelas provinsi lainnya,” ujar dia.Ia menghimbau masyarakat agar mengambil tindakan preventif untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.