RedaksiHarian – Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan beredar di pelantar Facebook menampilkan tangkapan layar dari sebuah berita yang diberi narasi judul Pemprov DKI menghabiskan Rp90,45 miliar untuk membayar buzzer hoaks di media sosial.
Dalam tangkapan layar tersebut, berita diunggah pada 20 Agustus 2020.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Ha Lo pingin moles Anies dgn menghilangkan #pemprof DKI DRUN”
Namun, benarkahberita Pemprov DKI habiskan Rp90,45 miliar untuk bayar buzzer tersebut?
Penjelasan:
Tangkapan layar dalam unggahan tersebut merupakan editan. Unggahan berita aslinya berjudul “Pemerintah Habiskan Rp90,45 Miliar untuk Bayar Buzzer” yang diunggah .
Dalam berita tersebut, ICW melaporkan pemerintah pusat telah mengeluarkan anggaran belanja untuk influencer mencapai Rp90,45 miliar. Para influencer ini dibayar untuk melakukan sosialisasi program-program pemerintah.
Ia mencontohkan dari pengunaan anggaran ini untuk sosialiasasi penanganan COVID-19. Presiden Jokowi bahkan sempat mengundang artis-artis ke istana dan setelahnya para public figure ini ikut mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait COVID-19.
Dengan demikian, unggahan yang menampilkan tangkapan layarberita Pemprov DKI habiskan Rp90,45 miliar untuk bayar buzzer adalah editan.
Klaim:Berita Pemprov DKI habiskan Rp90,45 miliar untuk bayar buzzer
Rating:Hoaks
Cek fakta:
Cek fakta:
Baca juga: