RedaksiHarian – Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengatakan partainya sudah lama menjalin komunikasi dengan Kaesang Pangarep sebelum ditetapkan menjadi Ketua Umum PSI.
“Sebenarnya pembicaraannya sudah lama, Mas Kaesang ini interaksinya banyak, dengan saya dan Bro Raja Julianto, Bro Giring, dan pengurus PSI. Beberapa anggota legislatifPSI juga pernah diundang di podcastMas Kaesang,” kata Grace dalam konferensi pers usai Kopi Darat (Kopdar) PSI di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan dari interaksi tersebut, lalu muncul titik temu dan kemantapan menetapkan Kaesang sebagai Ketum PSI. Karena itu dia membantah kalau penetapan Kaesang sebagai Ketum PSIbertepatan waktunya jelang Pemilu 2024.
“Soal ‘timing’, kalau bisa lebih jauh lagi sebelum pemilu lebih baik ya. Tapi soal ‘timing’ ini kan kadang juga ada unsur yang tidak bisa kita atur,” ujarnya.
Grace mengakui bahwa proses penetapan Kaesang sebagai Ketum PSI berlangsung cepat. Namun, menurut dia, dari interaksi yang sudah lama, sudah muncul rasa nyaman sehingga berujung pada titik temu.
Grace mengungkapkan bahwa sebelum penunjukan Kaesang sebagai Ketum PSI, sudah ada aspirasi dari daerah yang kemudian dikonfirmasi pada pertemuan para pimpinan partai seluruh Indonesia Senin siang.
Dalam pertemuan tersebut, menurut dia, Giring Ganeshamemiliki aspirasi yang sama, yaitu menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan PSI kepada Kaesang.
“Kami cukup bangga di usia PSI yang baru 9 tahun ini tidak hanya kaderisasi yang telah kami lakukan tapi juga regenerasi,” katanya.
Dia mengatakan PSI terus melakukan kaderisasi dan regenerasi agar semangat di tingkat bawah terus muncul bahwa siapa pun punya kesempatan yang sama untuk bisa suatu hari menduduki jabatan strategis di PSI.
Dia mengaku optimistis di bawah kepemimpinan Kaesang, makaPSI langsung “berlari” untuk menuju kontestasi Pemilu 2024 karena seluruh elemen partai mendukung.
Diketahui, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep resmi ditunjuk sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggantikan Giring Ganesha.
Putusan tersebut dibacakan langsung oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dalam Kopi Darat Nasional (Kopdarnas): Deklarasi Politik PSI di Djakarta Theater, Jakarta, Senin.