RedaksiHarian – Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono menyebutkan bahwa pengembangan Smart City Nusantara pada 2024 membutuhkan anggaran Rp446 miliar.

“Intinya adalah kita ingin membuat satu sistem, satu kebijakan yang solid agar transformasi dari Kota Nusantara sebagai smart city di tahun 2024 dimulainya, kita harapkan di sana sudah ada pusat datayang baik,” kata Bambang saat Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Dalam Raker tersebut, Bambang memaparkan usulan anggaran pembangunan senilai Rp446 miliar itu diperlukan untuk Sistem Digital Pemerintahan senilaiRp146 miliar, Sistem Digital KehidupanRp30 miliar, Sistem Transportasi dan Mobilitas CerdasRp169 miliar.

Selain itu, anggaran tersebut juga digunakan untuk Sistem Digital Sumber Daya Manusia dan Industri sebanyak Rp993 juta, Sistem Sumber Daya Alam dan Energisebanyak Rp118 miliar, dan Sistem Lingkungan dan Infrastruktur yang Cerdas sebanyak Rp1 miliar.

Pembangunan Smart City Nusantara memiliki dampak secara nasional utamanya menurunkan emisi karbon, menyediakan lingkungan yang aman, terjangkau, terhubung, mudah diakses, nyaman dan efisien melalui teknologi.

Adapun untuk penyelenggaraan kota cerdas tersebut meliputi pembangunan infrastruktur e-governance termasuk superapps, serta pusat kendali data dan komputasi, pengembangan aplikasi kesehatan, pemantauan polusi udara serta sistem keamanan perkotaan.

Selain itu, pembuatan peta jalan sentra industri cerdas, pembangunan sistem dan infrastruktur transportasi dan mobilitas cerdas termasuk Manajemen Lalu Lintas TingkatLanjut dan Sistem Transportasi Publik.

Serta Pembangunan sistem dan infrastruktur pendukung pemantauan dan pengelolaan air, limbah, hutan dan digitalilasi energi, lalu pengawasan pembangunan sistem bangunan Gedung Cerdas berbasis digital twin.

Bambang juga menyampaikan IKN berupaya dibangun menjadi satu kota yang hijau dengan menggunakan beberapa teknologi untuk menjadikan IKN sebagai kota digital atau kota cerdas.