RedaksiHarian – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan jika para relawan ingin memanaskan mesinpolitik menjelang Pemilu 2024, namun untuk menjalankan mesintersebut tidak perlu grusa-grusu.
“Kalau ingin memanaskan mesin ya silakan, mesinnya dipanaskan, tapi jangan dijalankan dulu. Internal struktur relawan diperkuat, jangan tergesa-gesa,” kata Jokowi dalam Rembug Nasional Relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Di sela-sela Jokowi memberikan sambutan, ada relawan yang berteriak “Erick Thohir”.
“Erick Thohir? Ya enggak apa-apa, namanya demokrasi, bersuara enggak apa-apa,” ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, koalisi atau gabungan partai politik belum pasti, termasuk seluruh pasangan bakal calon presiden (capres) dan bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan berlaga pada Pemilu 2024.
Oleh karena itu, kata Jokowi, relawan perlu bersabar menunggu untuk memutuskan siapa bakal capres dan bakal cawapres yang akan menerima dukungan.
“Harus sabar dulu. Setuju ndak ? saya aja bisa sabar, masa bapak ibu gak bisa sabar. Jadi kita menunggu koalisi-nya seperti apa, menunggu calonnya seperti apa,” ujar dia.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa Pemilu 2024, Pemilu 2029, dan Pemilu 2034 akan sangat menentukan apakah Indonesia bisa menjadi negara maju atau terjebak sebagai negara berkembang.
Dia memberi contoh sejumlah negara di Amerika Latindan Amerika Selatan, banyak yang sejak dekade 1950 masih menyandang status sebagai negara berkembang hingga saat ini atau 73 tahun lamanya.
Hal itu, kata Jokowi, karena negara tersebut tidak memanfaatkan kesempatan untuk melompat menjadi negara maju. Oleh karena itu, kata Jokowi, padaPemilu 2024, Pemilu 2029, dan Pemilu 2034, bangsa Indonesia perlu mendapatkan pemimpin yang bisa membawa Indonesia menjadi negara maju.
“Kita harus mampu dalam tiga periode ke depan, memiliki pemimpin yang bisa membawa kita semua melompat menjadi negara sejahtera karena kita ingin sejahtera,” kata Jokowi.