RedaksiHarian – Kementerian Sosial mengirim bantuan berupa 1.000 bibit babi ke Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, dalam upaya membantu peningkatan perekonomian warga di daerah tersebut.

“Ini merupakan bantuan bibit kepada masyarakat GKI Klasis Aifat supaya dikembangbiakkan,” kata Staf Ahli Gubernur Papua Barat Daya Bidang Ekonomi dan Pembangunan George Yarangga di Sorong, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa bantuan bibit babi dari Kementerian Sosial dikirim dari Jayapura ke Sorong menggunakan pesawat kargo dan tiba di Bandar Udara Domine Eduard OsokKota Sorong pada 13 September 2023.

Pejabat Otoritas Veteriner Provinsi Papua Barat Dayadrh. Firdiana Krisnaningsih, Komandan Distrik Militer 1802 Sorong Andi Sigit Pamungkas, Kepala Polsek Bandara DEO Sorong Iptu Taufik A. Prayoga, dan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong drh. I Wayan Kertanegaramenyaksikan penurunan bantuan bibit babi dari pesawat di bandara.

“Begitu turun dari pesawat, kami lihat anak-anak babi tersebut masih sehat, lincah, dan aktif sekali,” kataGeorge, menambahkan, penurunan bibit babi diikuti dengan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan hewan.

Menurut dia, bantuan bibit babi akan dibagikan kepada warga untuk dikembangbiakkan.

“Tujuannya memang untuk dikembangbiakkan, sehingga yang datang adalah babi kecil berusia satu sampai dua bulan. Jadi, paling tidak masih harus dipelihara sampai usia delapan sampai sembilanbulanan lagi. Jadi, tidak bisa langsung dipotong, harus dipelihara dulu,” ia menjelaskan.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong drh. I Wayan Kertanegara memastikan pengiriman bantuan bibit babi telah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Seluruhnya telah dilengkapi dokumen karantina dari daerah asal dan dinyatakan sehat saat dilalulintaskan,” katanya.

Pejabat Otoritas Veteriner Provinsi Papua Barat Daya drh. Firdiana Krisnaningsih berkomitmen mengawal pendistribusian bantuan bibit babi kepada penerima bantuan.

Menurut dia, bantuan bibit babi dari Kementerian Sosial terdiri atas 500 pasang dan akan dibagikan kepada 500 kepala keluarga. Masing-masing kepala keluarga akan mendapat satu bibit babi jantan dan satu bibit babi betina.

“Untuk kandangnya dibebankan kepada setiap keluarga penerima bantuan,” kataFirdiana,.

“Karena jumlahnya tidak banyak, maka tidak terlalu memberatkan masyarakat jika mereka harus menyiapkan kandangnya sendiri,” ia menambahkan.

Ia menjelaskan bahwa pendistribusian bantuan bibit babi akan diikuti dengan pemantauan usaha pengembangbiakan babi oleh keluarga penerima bantuan.

“Selanjutnya kami akan melakukan monitoring, sesuai yang disampaikan oleh staf ahli, bahwa memang bantuan ini bukan untuk langsung dipotong dan dikonsumsi, melainkan harus dikembangbiakkan,” katanya.

Dia berharap warga penerima bantuan bisa mengembangbiakkan bibit-bibit babi dari pemerintah dengan baik sehingga Papua Barat Daya tidak perlu mendatangkan daging babi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan.