RedaksiHarian – Pemerintah Kota Jakarta Barat mengajakwarga di wilayah tersebut mewujudkan kelurahan bebas “Buang Air Besar Sembarangan” (BABS).
Wali Kota Jakarta BaratUus Kuswanto mengatakan, pihaknya tengah meningkatkan sosialisasi hidup bersih kepada masyarakat.Salah satunya untuk mewujudkan kelurahan bebasBABS.
“Untuk kelurahan yang sudah bebas ‘Buang Air Besar Sembarangan’ itu ada tiga, yaitu Jelambar Baru, Jembatan Besi danTomang,” kata Uusdi Jakarta Barat, Selasa.
Mengenai masalah kebersihan, Uus meminta masyarakat beserta pihak kelurahan di Jakarta Barat mencontohkan pembangunan tangki
septikmandiri di sejumlah lokasi di wilayah Jakarta Barat (Jakbar).
“Kelurahan lain dapat mengikuti tiga wilayah kelurahan itu yang sudah terverifikasi menjadi Kelurahan ‘Open Defecation Free'(ODF) atau sudah ‘Bebas Buang Air Besar Sembarangan’,” kata Uus.
Uus meminta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Barat berkolaborasi untuk menggerakkan masyarakat agar mau bekerjasama dengan RT dan RW setempat dalam menyosialisasikan lingkungan hidup yang bersih dan sehat.
MenurutUus, proses mewujudkan kelurahan bebas BABSmembutuh kerja sama setiap bidang dan sinergi lintas sektor. “Tentunya dengan kolaborasi dan sinergi lintas sektor,” kata Uus.
Uus menyebutkan ada enam kelurahan yang sedang dalam proses verifikasi “Sanitasi Total Berbasis Masyarakat” (STBM). Salah satu pilar utamanya adalah masalah BABS.
“Sekarang baru ada 16 kelurahan yang lolosverifikasi. Yang dalam proses ada enam kelurahan,” katanya.
“Saya meminta masyarakat, lurah serta instansi terkait untuk memaksimalkan kegiatan STBM hingga 100 persen,” tegas Uus.
Targetnya sebelum tahun 2025, seluruh kelurahan di Jakarta Barat bisa lolos verifikasi.”Kita bertahap ya,” katanya.