RedaksiHarian – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyelenggarakan Program Penulisan Mastera: Naskah Drama untuk memfasilitasi para sastrawan muda mengasah kemampuan.

Sekretaris Badan Bahasa selaku Ketua Mastera Indonesia Hafidz Muksin menyampaikanbahwa Program Penulisan Mastera: Naskah Drama yang dilaksanakan dari 28 Agustus sampai 1 September 2023 diikuti olehsastrawan muda dari Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

“Ini dilaksanakan untuk memperluas wawasan dan kemampuan teknis penulisan serta wahana untuk bertukar pengalaman dan ide kreatif para peserta bersama sastrawan senior melalui bengkel penulisan,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Rabu.

Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand sebagai negara anggota Majelis Sastra Asia Tenggara atau Mastera menyelenggarakan bengkel penulisan kreatif yang namanya kemudian diubah menjadi Program Penulisan Masterasejak 1997.

Program penulisan tersebut mencakup penulisan puisi, cerpen, esai, drama, dan novel.

Setelah tiga tahun vakum karena ada pandemi COVID-19, Program Penulisan Masterakembali diselenggarakan pada 2023 untuk penulisan drama.

Hafidzmengatakan,Program Penulisan Masteramemberikan kesempatan bagi para penulis untuk saling mengoreksi kekurangan serta bertukar pengalaman tentang penulisan kreatif.

“Kepada sastrawan muda, mari, gunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin untuk saling menginspirasi dan menghasilkan karya yang hebat,” katanya.

Dia berharap para peserta program penulisan dapat menambah ilmu dan wawasan serta bertukar pengalaman dan ide kreatif dengan sastrawan yang lain.

Sementara itu, Pembimbing Mastera Brunei Darussalam Awang Mohammed Zefri Ariff bin Mohammed Zain Ariff berharap program tersebut dapat membuahkan karya yang diproduksi di seluruh negara anggota Masteradan menghidupkan sastra.

Ketua Panitia Pelaksana Koordinator Layanan Sekretariat Badan Bahasa Tri Indira menyebutkan bahwa pesertaProgram Penulisan Masteraadalah sastrawan muda dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia yang berusia maksimum 35 tahun dan telah menerbitkan setidaknya satu kumpulan puisi atau cerpen atau novel atau drama atau esai sendiri atau mempublikasikan sekurang-kurangnya 10 karya di media cetak.

Dalam hal ini,Mastera Indonesia mengikutsertakan 12 sastrawan muda, satu penceramah, dan tiga pembimbing, Mastera Malaysia mengikutsertakan tiga sastrawan muda dan satu pembimbing, sertaMastera Brunei Darussalam mengikutsertakan tiga sastrawan muda, satu pembimbing, dan satu pemerhati.

Pembimbing peserta program penulisanmeliputi sastrawan senior seperti Agus R Sarjono, Yusef Muldiyana, dan Imam Soleh.

“Penceramah bengkel penulisan ini adalah Putu Wijaya. Selain itu, juga akan hadir sastrawan senior dari Brunei Darussalam dan Malaysia,” kata Tri Indira.