RedaksiHarian – Rusia akan diwakili oleh menteri luar negeri dalam KTT G20 di New Delhi, kata Presiden Vladimir Putin kepada Perdana Menteri IndiaNarendra Modi dalam pembicaraan via telepon pada Senin (28/8).

Kedua pemimpin itu juga membahas mengenai hubungan bilateral, rencana perluasan kelompokBRICS, dan KTT G20 yang akan digelar di New Delhi bulan depan.

Pekan lalu, mereka sama-sama menghadiri KTT BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) di Johannesburg, Afsel,meskipun Putin hanya hadir lewat tautan video karena ada surat perintah penangkapan terhadapnya dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang di Ukraina.

Kremlin, yang membantah keras tuduhan ICCitu, mengatakan bahwaPutin juga tidak akan menghadiri pertemuan G20 di India.

Putin mengatakan kepada Modi bahwa Rusia akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, menurut pernyataan dari pemerintah India.

“Seraya memahami keputusan Rusia, PM berterima kasih kepada Presiden Putin atas dukungan konsisten Rusia terhadap semua inisiatif di bawah Presidensi G20 India,” kata pemerintah India.

Rusia berupaya lebih memperkuat hubungan hangat dengan India setelah menginvasi Ukraina pada Februari 2022 yang memicu sanksi besar-besaran Barat terhadap Moskow.

India adalah pembeli utama minyak Rusia.

“Isu-isu penting dalam hubungan Rusia-India, yang secara progesif berkembang dalam semangat kemitraan strategis yang sangat istimewa, juga dibahas (dalam pembicaraan telepon itu),” kata Kremlin–sebutan pemerintah Rusia– dalam sebuah pernyataan.

“Dinamika positif kerja sama perdagangan dan ekonomi juga ditegaskan,” kata pernyataan itu.

Rusia dan India sama-sama meluncurkan pesawat antariksa bulan ini, tetapi hanya India yang berhasil mendaratkan wahanadi Bulan sementara pesawat Rusia jatuh.

Sumber: Reuters