
RedaksiHarian – Menjelang pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilu 2024, ketiga kandidat capres mulai mengumpulkan dukungan dari partai politik (parpol). Prabowo Subianto saat ini telah mengamankan suara terbanyak di DPR, dibandingkan dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Prabowo Subianto didukung empat partai besar untuk maju di Pemilu 2024 mendatang. Adapun partai tersebut antara lain Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, hingga Partai Amanat Nasional (PAN) yang tergabung di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
Nampaknya dukungan untuk Prabowo Subianto makin meningkat setelah Partai Gelora mengisyaratkan akan segera bergabung di KKIR. Kabar tersebut disambut baik Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto .
ADVERTISEMENT
Menurut Airlangga, dengan banyaknya orang yang mendukung Prabowo Subianto , maka semakin bagus untuk Pemilu 2024. Dengan begitu, Prabowo makin banyak mengumpulkan kursi di DPR, serta lebih mudah meraih hati masyarakat.
“Boleh-boleh saja. Bagus-bagus saja. Makin banyak (yang mendukung), makin bagus. Pokoknya makin banyak makin bagus,” kata Airlangga Hartarto pada Senin, 28 Agustus 2023.
Partai Gelora akan mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo Subianto pada 2 September 2023 mendatang. Deklarasi dari Partai Gelora disebut akan dihadiri langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) tersebut.
Sementara itu, Airlangga menyebut akan ada komunikasi antar partai pendukung Prabowo dalam waktu dekat. Airlangga menyatakan pertemuan itu bertepatan dengan acara yang akan digelar PAN.
“Dalam waktu dekat, akan (komunikasi). Nanti malam kan ada acara ulang tahun PAN. Ya, mungkin koalisi akan hadir,” kata Airlangga menambahkan.
Prabowo Subianto telah mengamankan 265 kursi di DPR. Bergabungnya Golkar dan PAN menambah suntikan kekuatan untuk Gerindra dan PKB dalam mengalahkan PDI Perjuangan.
Adapun rinciannya, Golkar memiliki 85 kursi di DPR, Gerindra 78 kursi, PKB dengan 58 kursi, dan PAN dengan 44 kursi. Empat partai pendukung Prabowo sudah dinyatakan memenuhi ambang batas Pemilu 2019.
Anies Baswedan berada di urutan kedua yang mengamankan kursi terbanyak di DPR. Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang terdiri dari NasDem, PKS, dan Demokrat berhasil mengalahkan Ganjar Pranowo dan koalisinya.
Jumlah kursi di KPP sebanyak 163 kursi. Adapun rinciannya adalah NasDem memiliki total 59 kursi di DPR, Demokrat sebanyak 54 kursi, dan PKS sebanyak 50 kursi, ketiganya sudah memenuhi ambang batas Pemilu 2019.
Ganjar di urutan terakhir soal jumlah kursi di DPR meski didukung PSI, PPP, Hanura, Perindo, dan PDI Perjuangan. Total kursi pendukung Ganjar di DPR hanya mencapai 147 kursi saja, karena sebagian partai pendukung Ganjar justru tak mendapatkan kursi.
PDIP memiliki 128 kursi di DPR, PPP memiliki 19 kursi di DPR, Hanura tidak memiliki kursi, PSI tidak memiliki kursi, dan Perindo tak memiliki kursi. Hanura, PSI, dan Perindo tak memenuhi ambang batas di Pemilu 2019.***