
RedaksiHarian – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus meluas selama kemarau panjang. Per Jumat, 25 Agustus 2023, BNPB melaporkan ada 63 titik di tujuh kabupaten atau kota.
Karhutla di Kalteng tersebut sebagian besar karena ulah manusia. Mayoritas pelaku melakukan pembakaran untuk membersihkan hutan dan lahan sebelum ditanami.
Praktik pembakaran yang memicu karhutla di Kalteng terus terjadi tiap tahunnya, apalagi saat kemarau. Hal itu tak hanya merugikan masyarakat yang ada di Pulau Kalimantan saja, dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menyoroti karhutla yang terjadi di Kalteng tiap kemarau. Menurutnya, pelaku pembakaran hutan dan lahan harus mendapatkan hukuman berat.
Susi ingin para pelaku pembakaran untuk membuka lahan baru bisa jera. Sehingga ke depannya tak berani melakukan tindak kejahatan pembakaran, jika mendapat hukuman berat saat ini.
“Pemanfaatan cuaca kemarau panjang selalu terjadi untk Land clearing. Bila ini lagi yg terjadi, saatnya menghukum seberat beratnya pelaku praktik bakar hutan ini,” ujar Susi Pudjiastuti di Twitter pada Senin, 28 Agustus 2023.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari menyebut 63 titik karhutla di Kalteng tersebar di wilayah Barito Selatan, Barito Timur, Katingan, Palangka Raya, Pulang Pisau, Seruyan, dan Waringin Timur. Karhutla di Barito Selatan terjadi di Desa Tabakan, tak jauh dari lahan milik perusahaan.
Per Sabtu, 26 Agustus 2023, Polda Kalimantan Tengah telah menangkap enam pelaku yang tebukti melakukan pembakaran hutan dengan sengaja. Enam orang tersebut kini berstatus sebagai tersangka, dan akan diproses sesuai undang-undang yang berlaku.
Melansir Antara, enam orang tersangka pembakaran hutan dan lahan terdiri dari dua orang di Kotawaringin Timur, satu orang di Kapuas, dua orang di Sukamara, dan satu orang di Kotawaringin Barat. Para tersangka mengaku membakar hutan karena kebiasaan, mereka menilai membakar hutan lumrah dilakukan.
Karhutla tak hanya terjadi di kawasan Kalimantan Tengah saja, melainkan di Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Barat. Per Jumat, 25 Agustus 2023, luas wilayah yang terbakar mencapai 1.978 hektare.
Kebakaran di Kalsel terjadi di 13 wilayah kabupaten/kota yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Timur (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, Tabalong, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru. Terdapat 7.987 titik api berdasarkan pantauan dari Satelit Sipongi.
Sementara itu, di Kalimantan Barat (Kalbar), luas wilayah lahan yang terdampak karhutla hingga Jumat, 25 Agustus 2023 mencapai 5.768,73 hektare. Pemprov Kalbar sampai mengeluarkan Keputusan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Karhutla dengan nomor 1035/BPBD/2023, status tersebut mulai diberlakukan pada 1 Agustus hingga 31 Agustus 2023, dan memungkinkan untuk diperpanjang.***