RedaksiHarian – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra , Habiburokhman mengaku dirinya tak ingin berandai-andai jika mantan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko akan bergabung ke partainya.

Pemecatan Budiman diketahui merupakan sanksi atas manuver yang mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden atau capres pada Pilpres 2024. Sikapnya ini bertentangan dengan keputusan PDIP yang telah mendukung Ganjar Pranowo.

“Kami tidak mau berandai-andai, ataupun berasumsi. Karena sampai saat ini kami belum mendapat informasi soal kesediaan beliau menjadi kader Partai Gerindra ,” ucap Habiburokhman saat dihubungi Pikiran-rakyat.com, Senin 29 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

Habiburokhman menyebutkan partainya terbuka bagi siapa pun warga negara Indonesia yang menerima Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Secara umum, atau secara normatif, Partai Gerindra adalah partai terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia yang berkenan untuk bergabung,” tuturnya.

Oleh karena itu, Habiburokhman menegaskan, Gerindra tidak akan mencampuri urusan internal partai lain. Sebaliknya, Gerindra menghormati apa pun keputusan yang dibuat oleh mereka.

“Baik PDI Perjuangan maupun saudara Budiman Sudjatmiko adalah sahabat kami,” ujarnya memungkasi.

Diketahui, tak hanya menyatakan dukungan secara lisan, Budiman bahkan secara terang-terangan mendeklarasikan relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah.***