/photo/2023/03/12/4061111884.jpeg)
RedaksiHarian – Jakarta masuk 10 kota termacet di dunia . Itulah yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) pada Senin 28 Agustus 2023.
Hal ini ia sampaikan pada saat sedang meresmkikan jalur LRT Jabodetabek di Stasiun LRT Cawang. Ia mengklaim setiap harinya ada nyaris 1 juta kendaraan masuk ke daerah DKI Jakarta .
“Kita tahu DKI Jakarta ini selalu masuk dalam 10 kota yang termacet di dunia . Kita selalu masuk sebagai 10 besar kota yang termacet di dunia hingga sekarang. Setiap hari masuk 996.000 ribu kendaraan ke Jakarta setiap harinya,” ujar Presiden Jokowi seperti diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya.
Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta agar masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi, menjadi gunakan transportasi umum. Menurutnya, pihak pemerintah sudah berusaha memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat.
ADVERTISEMENT
“Oleh sebab itu, mengapa dibangun MRT, LRT, KRL, TransJakarta, BRT, Kereta bandara? Agar masyarakat kita semua beralih dari transportasi pribadi ke transportasi massal. Itu memang tidak mudah,” katanya lagi.
Berbicara tentang Jakarta , apa yang diklaim oleh Presiden Jokowi tersebut rasanya memang tidak salah. Setidaknya hal itulah yang tergambar dalam data kemacetan di DKI Jakarta dalam lima tahun terakhir.
Melansir situs Tomtom Traffic Index pada Senin 28 Agustus 2023, rangking kemacetan Jakarta pada dasarnya selalu berubah-rubah. Apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi hari ini, tepatnya terjadi 5 tahun lalu.
Di tahun 2018, Jakarta tercatat sebagai kota termacet ke-10 di dunia . Hal tersebut tak terlalu berubah banyak di mana pada tahun 2019, posisi Indonesia tetap termacet ke-10.
Tahun 2020, rangking Indonesia sebagai kota termacet turun menjadi posisi ke-31. Hal ini disinyalir lalu lintas sempat terhenti akibat pembatasan kala pandemi Covid-19. Rangking juga kembali mengalami penurunan signifikan di tahun 2021. Saat itu Jakarta tercatat sebagai kota termacet ke-46 di dunia , alias turun 36 dari posisi awal.
Tapi di tahun 2022, angka tersebut kembali melejit naik. Jakarta masuk ke dalam rangking 29 kota termacet di dunia . Untuk di Asia Tenggara, Jakarta menjadi yang paling macet.
Imbas dari macetnya di Jakarta ada cukup banyak. Misalnya jarak tempuh. Menurut situs Tomtom Traffic Index, ada 213 titik kemacetan di Jakarta dengan total panjang 184,4 kilometer pada tahun 2022.
Imbasnya, untuk perjalanan 10 kilometer di daerah ibu kota, harus ditempuh kendaraan dengan waktu 22 menit, 40 detik. Dibandingkan dengan kota Barcelona, Spanyol yang masuk rangking ke-100, waktunya selisih cukup jauh yakni 13 menit, 6 detik saja untuk tempuh jarak yang sama.
Selain itu, kemacetan di Jakarta juga berimbas pada polusi. Setidaknya, 961 kilogram karbondioksida (CO2) dihasilkan imbas macet ibu kota DKI Jakarta .***