RedaksiHarian – Seorang pria berinisial BRL ditangkap anggota Polsek Sungai Durian Kabupaten Kotabaru karena diduga terlibat kasus pembacokan terhadap tenaga kerja asal China, Xu Ming.

Kapolsek Sungai Durian Ipda Tri Wibawa mengatakan, TKA asal China tersebut merupakan karyawan di PT SDE. Temannya FJ dan GDR masih berstatus saksi.

“Telah ditetapkan satu orang tersangka pembacokan terhadap tenaga kerja asing asal China yang merupakan karyawan PT. SDE, dan pelaku bernama BRL. Sedangkan dua orang temannya FJ dan GDR masih berstatus saksi,” katanya di Kotabaru, Kalimantan Selatan, dikutip dari Antara pada Senin, 28 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

Tri menjelaskan, penyidik Polsek Sungai Durian masih mendalami status dua saksi yakni FJ dan GDR yang berada di lokasi saat pembacokan itu terjadi.

Berdasarkan pemeriksaan, Tri mengungkapkan BRL mengaku berperan sebagai pelaku yang menganiaya korban menggunakan senjata tajam.

Namun, BRL sempat terlibat adu jotos dengan korban Xu Ming dengan tangan kosong sebelum dilerai FJ dan GDR, kemudian terjadi pembacokan .

Akibat penganiayaan itu, tersangka BRL dikenakan Pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman minimal tujuh tahun penjara.

Sebelumnya, seorang pekerja asing PT SDE asal Tiongkok Xu Ming menjadi korban penganiayaan di Jalan Trans Provinsi Kalimantan Selatan-Timur Km 375 Dusun Taurung, Desa Gendang Timburu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Kamis, 24 Agustus 2023, malam.

Tri mengatakan pengeroyokan dan penikaman sekelompok pemuda terhadap warga asing terjadi pada Kamis pukul 20.00 Wita, mengakibatkan korban mengalami luka sayatan dan tebasan pada beberapa bagian tubuh.

Sebanyak tiga pekerja asal Tiongkok tewas di duga keracunan gas di tambang bawah tanah PT Sumber Daya Energi (SDE) di Kecamatan Kelumpang Barat Kotabaru Kalimantan Selatan.

“Penyebab meninggalnya masih menunggu hasil sampel darah yang akan di kirim ke laboratorium forensik,” kata Kapolres Kotabaru AKBP Gafur Adytia H Siregar SIK di Kotabaru, Kamis, 16 Maret 2023.

Menurut Kapolres, karyawan TKA melakukan pekerjaan seperti biasa masuk lubang sebanyak 10 orang yang di bagi menjadi tiga kelompok masing masing tiga orang dalam satu kelompok.

Kemudian kelompok yang berjumlah 4 orang kembali ke mulut lubang untuk mengambil peralatan lainnya yang masih tertinggal.

Dari hasil penyidikan, di lokasi pada saat pekerja hendak mengambil peralatan, alarm di dalam lubang mengeluarkan deteksi adanya gas.

“Pada saat alarm deteksi gas rekan korban melihat hendak segera keluar namun tidak keluar,” terangnya

Ia menambahkan, karena korban tidak kunjung naik, maka tim rescue melakukan evakuasi ke tiga korban, dan di temukan di terowongan lokasi tambang dengan kedalaman 1.3 kilo meter di bawa tanah.

“Setelah temukan selanjutnya di bawa ke klinik suaka insan Desa Magalau Hulu Kelumpang Barat dan di nyatakan meninggal, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Husada Batulicin,” terangnya

TKA yang meninggal dunia dimasing-masing Xuecen Tiang (41), Lizie Day (45) dan Jinxiang Yao (51).

Sementara itu tim Puslabfor Mabes pori, AKBP Arif Andi Setiawan, menerangkan, telah mengambil sampel Sebanyak dua bag untuk di lakukan pemeriksaan lanjutnya jenis gas apa yang membuat korban meninggal dunia, dan hasil di perkirakan memakan waktu dua minggu ke depan.

“Kita juga sudah mengambil sampel darah dan swap akan di bawa ke Jakarta guna periksaan secara mendalam,” katanya.

Saat ini korban berada di rumah sakit Bayangkara di Banjarmasin untuk di lakukan autopsi sambil menunggu keluarga korban.***