RedaksiHarian – Kualitas udara menjadi salah satu perhatian masyarakat belakangan ini, terutama masyarakat Indonesia. Pasalnya, kualitas udara di beberapa kota di Indonesia belakangan ini ada dalam status tidak sehat.

Berdasarkan data IQAir pada 28 Agustus 2023 pagi WIB, Kota Depok, Jawa Barat, menjadi kota paling berpolusi di Indonesia dengan nilai indeks kualitas udara (AQI) 178 atau berstatus tidak sehat. Selanjutnya, di Karawang dengan nilai 166.

Sementara dalam ranking kualitas udara kota besar di dunia, Dubai, Uni Emirat Arab, berada di urutan pertama dengan 167 atau berstatus tidak sehat. Selanjutnya Lahore, Pakistan, dengan nilai AQI 152 seperti di Kampala, Uganda.

ADVERTISEMENT

Ibu Kota Indonesia, Jakarta, juga memiliki angka AQI seperti Lahore dan Kampala, yakni 152 dengan status tidak sehat. Polutan PM2.5 atau partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 mikrometer di kota tersebut sebesar 58 mikrometer per meter kubik.

Konsentrasi PM2.5 di kota tersebut dilaporkan 11,6 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Walakin, di balik deretan wilayah dengan kualitas udara tidak sehat terdapat kota dengan kualitas udara terbersih. Berdasarkan data terbaru per 28 Agustus 2023 pukul 6.30 WIB, salah satu wilayah terbersih adalah Munchen, Jerman.

1. Brusel

Brusel, Belgia, menjadi kota dengan udara paling bersih di dunia dengan nilai AQI 0. Konsentrasi PM2.5 di udara Brusel dilaporkan memenuhi nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.

Dengan udara yang sangat bersih, masyarakat di sekitar diminta membuka jendela agar udara bersih dan segar masuk ke dalam ruangan. Selain itu, masyarakat juga bisa menikmati aktivitas luar ruang.

2. Munchen

Munchen, Jerman, memiliki nilai AQI 4 atau yang berarti kualitas udara di wilayah tersebut baik. PM2.5 di kota tersebut 1 mikrometer per meter kubik.

Sama seperti di Brusel, masyarakat bisa menikmati udara bersih dengan membuka lebar jendela rumah agar udara masuk ke dalam ruangan. Kondisi tersebut juga mendukung agar masyarakat menikmati aktivitas luar ruang.

3. Bishkek

Bishkek, Kyrgyzstan, memiliki skor AQI 9 atau dengan status kualitas udara baik. PM2.5 di wilayah tersebut 1 mikrometer per meter kubik, sedangkan PM10 atau partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikrometer dengan konsentrasi 10,2 mikrometer per meter kubik.

Dengan udara yang bersih, masyarakat sekita juga diimbau untuk membua jendela agar udara bersih dan segar masuk ke dalam ruangan. Selain itu, menikmati aktivitas luar ruang.

4. Birmingham

Birmingham, Inggris, memiliki nilai AQI 10 atau dengan status kualitas udara baik. PM2.5 di kota tersebut 2,5 mikrometer per meter kubik, dengan PM10 sebesar 5 mikrometer per meter kubik.

Konsentrasi PM2.5 di Birmingham memenuhi nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. Masyarakat yang tinggal di sana bisa membuka jendela rumah agar udara bersih dan segar masuk ke dalam ruangan, selain itu bisa menikmati aktivitas luar ruang.

5. Oslo

Oslo, Norwegia, memiliki skor AQI yang sama dengan Birmingham, yakni 10. Kualitas udara di kota tersebut berstatus baik.

PM2.5 udara di Oslo dengan konsentrasi 2,4 mikrometer per meter kubik. Adapun PM10 dengan konsentrasi 7,4 mikrometer per meter kubik.

Dengan konsentrasi PM2.5 tersebut, saat ini memenuhi nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. Masyarakat setempat bisa membuka jendela agar udara bersih dan segar masuk ke dalam ruangan.***