RedaksiHarian – Danpaspampres Mayjen Rafael Granada Baay angkat bicara terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu anggota Paspampres hingga menyebabkan seorang pemuda meninggal dunia.

Sebelumnya diberitakan, salah satu oknum anggota Paspampres berinisial Praka RM diduga menculik pedagang kosmetik asal Monkeulayu, Kecamatan Gandapura, Bireuen, Aceh .

Korban diketahui kerap berjualan di kawasan Rempoa Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban yang disebut bernama Imam Masykur (25), sempat dibawa pergi oleh pelaku pada 12 Agustus 2023 lalu.

ADVERTISEMENT

Tak lama dari kejadian, Imam menelepon pada keluarganya dan mengaku telah dianiaya oleh pelaku.

Korban juga meminta keluarganya untuk mencarikan uang sebesar Rp50 juta sebagai tebusan yang diajukan oknum, sebagai ‘harga’ dari kebebasannya.

Bersamaan dengan desakan tersebut, pelaku diduga mengancam akan membunuh Imam jika pihak keluarga tidak dapat menyetorkan uang tebusan sejumlah yang diminta.

Setelahnya, keluarga mengaku kesulitan menghubungi Imam hingga akhirnya berita penyerahan mayat dari RSPAD Jakarta Pusat pun diterima.

Terkait kasus ini, Mayjen Rafael memastikan pihaknya sedang menyelidiki dugaan keterlibatan anggota Paspampres yang menyebabkan nyawa seseorang hilang.

“Saat ini pihak berwenang yaitu Pomdam Jaya sedang melaksanakan penyelidikan terhadap dugaan adanya keterlibatan anggota Paspampres dalam tindak pidana penganiayaan ,” ucap dia.

Adapun Praka RM kabarnya sudah diamankan di Pomdam Jaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Terduga saat ini sudah ditahan di Pomdam Jaya untuk diambil keterangan dan kepentingan penyelidikan,” tuturnya.

Dia menuturkan, tak akan segan menindak tegas anggotanya dengan hukum yang berlaku apabila terbukti terlibat dan bersalah dalam kasus kematian Imam Masykur ini.

“Apabila benar-benar terbukti adanya anggota Paspampres melakukan tindak pidana seperti yang disangkakan di atas, akan diproses secara hukum yang berlaku tegas, dan transparan,” ucap Asisten Intelijen Kolonel Kav Herman Taryaman (Asintel Danpaspampres).***