RedaksiHarian – Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) Erick Thohir melakukan ‘bersih-bersih’ di perusahaan-perusahaan BUMN . Erick menggandeng serta Kejaksaan Agung ( Kejagung ) untuk membongkar kasus-kasus korupsi di bidang kementerian yang dia pimpin.

Dia menjelaskan, hingga saat ini sudah ada beberapa kasus yang selesai secara hukum. Di antaranya, penanganan Jiwasraya dengan kerugian Rp16,8 triliun, kasus Garuda Rp8,8 triliun, Waskita Karya Rp2,5 triliun, dan Asabri Rp22,8 triliun.

“Ini hal yang luar biasa dan kehormatan buat kami dari BUMN bisa terus berkolaborasi dengan Kejaksaan karena sudah membongkar kasus-kasus besar,” ujar Erick, usai kegiatan “Sound of Justice Road to Campus 2023” di Aseec Tower Universitas Airlangga Surabaya, Minggu, 27 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

Erick melanjutkan, jumlah itu tentu tak menjadikannya berpuas hati, sebab masih banyak perusahaan BUMN yang bermasalah terkait hasil audit. Untuk itu, Erick memastikan upaya penanganan sedang dalam proses dan dengan perhitungan waktu yang seksama.

“Masih ada (perusahaan BUMN ) yang lainnya, tunggu tanggal mainnya saja,” ucapnya.

Terkini, kata Erick, pihaknya telah melaporkan kejanggalan Dana Pensiun di salah satu perusahaan terkait. Tim Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ialah saat ini tengah mendalami laporan tersebut.

“Yang kami laporkan waktu itu Dana Pensiun, tapi masih harus mendalami audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), akan laporkan ke Kejaksaan,” ucap Erick.

Rencananya, per Juli 2023 penetapan status kejanggalan audit dana pensiun itu sudah keluar. Namun, kepada Erick, BPKP meminta perpanjangan waktu analisis selama dua bulan, lantaran hendak memastikan indikasi kasus ke arah korupsi atau semata karena kesalahan manajemen.

“Perpanjangan waktu supaya bisa memisahkan mana yang korupsi dan mana yang salah manajemen atau administratifnya itu,” katanya.

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Fadil Zumhana mengaku terbantu dengan adanya gebrakan dari Menteri BUMN . Pasalnya, Erick Thohir berani ‘bersih-bersih’ di ‘kandang’ sendiri.

“Dengan perbaikan sistem bagaimana BUMN dapat bekerja maksimal. Pak Erick berani memecat direktur yang tidak benar agar bebas korupsi ,” ucapnya, di acara “Sound of Justice Road to Campus 2023” di Aseec Tower Universitas Airlangga Surabaya, Minggu, 27 Agustus 2023.

Di sisi lain, Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Mohammad Nasih berterima kasih juga kepada Kejagung yang telah menggelar pendidikan berbangsa dan bernegara dalam tajuk “Sound of Justice” di kampusnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kejaksaan Agung. Kalau berbicara soal korupsi dengan anak muda akan membangkitkan optimisme,” ucapnya.

“Karena 20 tahun ke depan, mahasiswa akan menjadi pemimpin bangsa ini, generasi muda yang harus sejak dini ditanamkan kejujuran, termasuk membangun ekosistem yang baik,” katanya lagi. ***