RedaksiHarian – Kantor berita AFP pada Jumat waktu setempat menyatakan telah menghapus postingan sebelumnya yang mengatakan penguasa militer Niger memberi waktu 48 jam kepada duta besar Jerman agar meninggalkan negara di Afrika Barat itu.
AFP mengungkapkan bahwa penghapusan postingan itu karena pernyataan yang melatarbelakanginyadinyatakan “tidak otentik oleh pihak berwenang”.
Unggahan serupa yang berkaitan dengan duta besar AS juga telah dihapus, kata AFP.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan Kementerian Luar Negeri Niger telah mengatakan kepada pemerintah AS bahwa gambar mengenai surat itu yang terlanjur viral, tidak dikeluarkan oleh kemenlu Niger.
Surat itu berisi seruan agar personel-personel diplomatik Amerika tertentu di Niger agar diusir dari negara itua.
Sebelumnya pada Jumat, junta Niger memerintahkan duta besar Prancis Sylvain Itte untuk meninggalkan negara itu.
Sumber: Reuters