
RedaksiHarian – Penipuan terbanyak mengatasnamakan e-commerce adalah dengan modus menawarkan kesempatan bekerja. Menurut Head of Marketing Growth Shopee Indonesia, penipuan berkedok pekerjaan itu jumlahnya mencapai puluhan ribu.
“Berdasarkan data yang kami miliki 28 persen pengguna pernah mengalami penipuan yang mengatasnamakan e-commerce adapun 56 persen di antaranya terjadi melalui chat,” ujarnya dalam acara Shopee x Journalist Klub Anti Hoaks dengan Cek Fakta, Jumat, 25 Agustus 2023.
Penipuan terbanyak selanjutnya mengenai undian. Calon korban mendapat pesan melalui media sosial atau SMS bahwa telah memenangkan suatu kontes berhadiah.
ADVERTISEMENT
“Butuh kerja sama dari berbagai pihak untuk dapat memberantas informasi hoaks dan menekan angka korban penipuan ,” ujarnya.
Ketua Umum Siberkreasi, Donny Budi Utoyo mengatakan berdasarkan riset Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada 2018 bahwa dalam satu jam suatu informasi palsu tidak segera diklarifikasi maka akan berkembang menuju 10 level.
Artinya masyarakat sudah menelan informasi palsu tersebut.
“Kenapa tertarik orang? Karena misal penawaran gratis dan sebagainya. Kalau tidak ditanggulangi cepat untuk memperbaikinya itu butuh 20 hari menurut penelitian MIT. Dalam 10 hari berikutnya hoaksnya ini jadi level 19. Begitu ada hoaks harus diluruskan cepat, perlu dicegat di depan, mempercepat klarifikasi,” katanya.
Content Creator, Hada Kusumonegoro yang turut hadir di acara tersebut membagikan beberapa tip terhindar dari penipuan .
“Yang jarang yang dilakukan masyarakat adalah tidak mau membaca pesan itu berasal dari siapa. Kalau ragu pengirimnya siapa karena tidak dikenal tanyakan ke layanan bantuan, lalu juga bisa dengan mengedukasi terus perkembangan penipuan online yang terjadi saat ini,” katanya.***