
RedaksiHarian – Satreskrim Polres Bogor akan memanggil 10 orang di lingkungan Intitus Pertanian Bogor ( IPB ) University untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus tewasnya mahasiswa S2 , Laila Atika Sari akibat kebakaran di laboratorium .
Sejumlah orang yang diperiksa, menurut Kasatreskrim Polres Bogor AKP Yohanes Redhoi Sigiro diduga ada di tempat kejadian perkara (TKP) saat peristiwa nahas itu menimpa Laila.
“Kurang lebih ada 10 orang yang kami akan lakukan pemeriksaan, karena yang bersangkutan pada saat kejadian berlangsung, diduga bersama sama dengan temannya,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
Adapun pemeriksaan dilakukan dengan metode interogasi dan wawancara para saksi yang melihat, mendengar, ataupun mengalami peristiwa yang berlangsung pada Jumat, 18 Agustus 2023 itu.
“Kita akan melaksanakan pemeriksaan kepada para saksi, baik itu teman-teman yang berada di TKP dari pihak manajemen kampus atau universitas,” katanya.
Sementara, sebelum melanjutkan penyelidikan, polisi mengaku masih harus menanti hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dari Puslabfor Mabes Polri.
“Satuan Reskrim Polres Bogor menurunkan tim olah tempat kejadian perkara bergabung dengan Puslabfor Mabes Polri, untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya,” ucapnya.
Untuk memastikan kejadian yang menewaskan mahasiswa S2 itu terulang kembali, Kepala Biro Komunikasi IPB , Yatri memastikan pihaknya segera mengevaluasi 300 laboratorium yang ada di kampus tersebut.
“Dibentuk juga tim untuk evaluasi seluruh laboratorium yang ada di IPB . Jadi di IPB ini ada 300 laboratorium dan semuanya harus dipastikan dalam keadaan aman,” tutur dia.
Yatri tak menampik laboratorium adalah fasilitas yang paling penting di IPB University mengingat kampus tersebut berbasis praktik lapangan dan penelitian.
Pihak IPB mengaku senantiasa menjamin keamanan dan keselamatan di laboratorium sesuai tupoksinya.
Meski begitu, kejadian yang menewaskan salah satu mahasiswanya ini menjadi cambuk keras dan mengingatkan pihak kampus untuk berbenah diri.
“Jadi pekerjaan sehari-hari itu di bidang akademik, pengabdian masyarakat, karena kami banyak kegiatan di lapangan harus dipastikan safety-nya, termasuk di dalam kampus. Jadi sebetulnya ini sudah ada tupoksinya. Tapi memang momen ini harus disikapi oleh manajemen IPB untuk berbenah diri,” ujarnya.***