RedaksiHarian – Kualitas udara di DKI Jakarta belakangan ini mendapat sorotan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Asep Kuswanto belum lama ini menuturkan, penyebab buruknya polusi udara tersebut karena musim kemarau.

Akibat musim kemarau yang sedang tinggi-tingginya itu, kata dia, berakibat terhadap kualitas udara menjadi kurang baik.

Selain Jakarta, sejumlah kota besar juga mesti menghadapi kualitas udara yang kurang baik. Berdasarkan data pada hari ini, Jumat, 25 Agustus 2023, pukul 7.00 WIB, kualitas udara di Kota Bandung menunjukkan tidak sehat.

ADVERTISEMENT

Selain Bandung, warga Kota Depok juga berhadapan dengan kualitas udara yang tidak sehat. Angkanya bahkan mencapa 191.

1. Kota Depok

Dalam data indeks kualitas udara dan polusi udara PM2.5 di Kota Depok pada 25 Agustus 2023, kualitas udara menunjukkan angka 191 atau tidak sehat. Polutan utama, Partikulat (PM2.5) atau partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron (mikrometer saat ini 26.8 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia).

PM2.5 di Kota Depok mencapai 134 mikrogram per meter kubik. Dalam situs web IQAir disampaikan bahwa agar melindungi dari polusi, warga mengenakan masker saat berada di luar rumah, menyalakan penyaring udara, tutup jendela untuk menghindari udara dari luar, dan menghindari aktivitas luar ruang.

2. Jakarta

Sama seperti Depok yang menunjukkan kualitas udara tidak sehat, Jakarta juga dalam kondisi udara tidak sehat. Berdasarkan data, kualitas udara menunjukkan angka 165 atau tidak sehat.

Di samping itu, dilaporkan pula bahwa polutan utama PM2.5 saat ini 16.5 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. PM2.5 mencapai 82,7 mikrogram per meter kubik.

Dalam situs web IQAir disampaikan bahwa agar melindungi dari polusi, warga mengenakan masker saat berada di luar rumah, menyalakan penyaring udara, tutup jendela untuk menghindari udara dari luar, dan menghindari aktivitas luar ruang.

3. Kota Tangerang

Berdasarkan data yang dirilis di situs web IQAir disampaikan bahwa kualitas udara di Kota Tangerang menunjukkan tidak sehat dengan nilai 159. Dilaporkan pula bahwa polutan utama PM2.5 saat ini 14.2 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.

Dalam data tersebut disampaikan pula bahwa PM2.5 di Kota Tangerang mencapai 71 mikrogram per meter kubik.

Untuk melindungi dari polusi, dalam situs web IQAir disebutkan bahwa warga diimbau mengenakan masker saat berada di luar rumah, menyalakan penyaring udara, tutup jendela untuk menghindari udara dari luar, dan menghindari aktivitas luar ruang.

4. Kota Bandung

Berdasarkan data indeks kualitas udara dan polusi udara PM2.5 di Kota Bandung pada 25 Agustus 2023 pukul 7.00 WIB, kualitas udara menunjukkan angka 151 atau tidak sehat. Disampaikan pula bahwa PM2.5 sebesar 67,1 mikrogram per meter kubik.

Dalam situs web IQAir disampaikan bahwa agar melindungi dari polusi, warga bisa mengenakan masker saat berada di luar, menyalakan penyaring udara, tutup jendela untuk menghindari udara dari luar, dan menghindari aktivitas luar ruang.

5. Kota Bekasi

Dalam data indeks kualitas udara dan polusi udara , kualitas udara di Kota Bekasi menunjukkan angka 120 atau kondisi tidak sehat bagi kelompok sensitif. PM2.5 mencapai 43.2 mikrogram per meter kubik sedangkan Pertikulat (PM10) atau partikel udara yang berukurang lebih kecil dari 10 mikro meter sebanyak 57,9 mikrogram per meter kubik.

PM2.5 Kota Bekasi dilaporkan 8,6 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. Dalam situs web IQAir disampaikan, agar terlindungi dari polusi, kelomok sensitif sebaiknya menggunakan masker saat berada di luar, menyalakan penyaring udara, tutup jendela untuk menghindari udara kotor, dan mengurangi aktivitas luar ruang.***