
RedaksiHarian – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta masyarakat untuk mewaspadai Covid-19 varian baru bernama EG. 5.1 yang sudah menyebar di enam provinsi di Indonesia.
“Meskipun kita sudah memasuki fase endemi, saya mengimbau agar masyarakat mewaspadai adanya virus baru Covid-19 ,” ucap Puan dikutip dalam keterangan tertulis, pada Kamis, 24 Agustus 2023.
Begitu juga kepada pemerintah, Puan memintanya mengantisipasi agar varian Eris itu tidak menyebabkan ledakan kasus baru.
ADVERTISEMENT
“Pemerintah juga harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah segala kemungkinan yang akan merugikan masyarakat akibat varian ini,” ujarnya.
Bedasarkan data Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, varian Eris sudah mendominasi tanah air sejak Juli hingga Agustus 2023, dengan persentase kasus positif sekitar lebih dari 20 persen.
“Varian virus tersebut juga sudah menyebar di enam provinsi di Indonesia, yakni Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan DKI Jakarta. Eris diketahui memicu peningkatan kasus di Amerika Serikat (AS) dan Inggris,” tuturnya.
Lantaran sudah ditemukan di 36 negara, Eris kini dalam pemantauan WHO. Puan menilai sistem deteksi di Indonesia sudah cukup baik sehingga cepat diketahui adanya penyebaran virus ini.
Karenanya, Puan mengingatkan pemerintah untuk kembali menggencarkan testing kepada masyarakat. Dengan pemantauan yang ketat, diharapkan dapat mengurangi penyebaran Eris yang lebih masif.
“Dengan kembali memperbanyak testing, pemerintah dapat mengantisipasi proses penyebaran virus tersebut. Hal ini diharapkan bisa menjadi langkah awal, untuk memutus mata rantai penyebaran virus,” ujarnya.
Puan juga mendorong Kementerian Kesehatan agar melakukan surveilance dan monitoring penuh terhadap pasien-pasien yang terdeteksi terpapar virus varian Eris .
“Harapannya penyebaran virus tersebut bisa ditekan sehingga kita tidak lagi masuk ke dalam fase pandemi akibat virus Covid-19 ,” ucapnya.
Pemerintah juga diminta memberi penjelasan lebih lanjut mengenai informasi soal virus Eris . Tak hanya soal tingkat penyebarannya, tapi bahaya ancaman dari varian ini.
“Penjelasan dan edukasi terkait varian baru Covid-19 akan meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mengurangi kekhawatiran warga. Masyarakat juga dapat melakukan langkah-langkah antisipasi yang tepat bagi keluarga mereka masing-masing,” katanya.
Berdasarkan catatan Kemenkes, rata-rata tes harian Covid-19 hanya berada di kisaran 2.000-4.000 tes sepanjang Agustus 2023. Angka tersebut jauh lebih rendah dari catatan Juli 2023 yakni di angka 5.000-6.000 testing per hari.
Upaya antisipasi yang lebih pun diperlukan mengingat saat ini Indonesia tengah mengalami musim kemarau ekstrem yang memicu berbagai dampak buruk, termasuk memburuknya kualitas udara. Bahkan peningkatan polusi udara di Jabodetabek menyebabkan banyak masyarakat terserang penyakit.
Puan mendorong fasilitas kesehatan bersiap untuk segala skenario yang terjadi akibat polusi udara dan penyebaran varian Eris .
“Kondisi udara yang memburuk di Jabodetabek masih menjadi PR kita bersama dan membuat masyarakat rentan terkena penyakit khususnya di saluran pernapasan. Virus Eris pun menyerang di bagian tersebut, jadi harus ada langkah antisipatif,” tuturnya.***