RedaksiHarian – Bakal capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan , menjawab pertanyaan umpama, jika dia gagal menjadi presiden RI di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Anies menyinggung soal kekuatan individu yang sejatinya tak terletak pada jabatan.

Respons terkait pertanyaan ‘jika gagal jadi presiden’ disampaikan Anies dalam bincang-bincang bersama Guru Besar Ekonomi, Rhenald Kasali. Menurut Anies, jabatan atau peran seseorang tak lantas menjadikan dirinya hebat.

“Bahwa yang penting bagi saya, kekuatan itu bukan pada peran, tapi pada aktornya,” kata Anies, mengutip salah seorang dermawan Rusia, dikutip dari YouTube Prof. Rhenald Kasali, Kamis, 24 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

“Ada orang Pak, disuruh (berperan) jadi hamba sahaya bagus sekali, disuruh jadi pembesar bagus sekali. Kekuatan dia pada orangnya bukan pada perannya. Kita juga sering dengar, orang yang ketika pegang jabatan, wih luar biasa, tapi ketika dia sebagai pribadi, he’s nobody (dia bukan siapa-siapa),” ujar Anies lagi.

Oleh karenanya, Anies mengaku hanya akan memfokuskan diri pada kinerja di jalur yang benar. Sisanya, kata dia, biar catatan sejarah yang mengabarkan.

“Jadi jawaban saya, fokus pada mengerjakan yang benar, biarkan nanti sejarah yang akan membuktikan,” kata dia.

Sebelumnya, Anies mengatakan bahwa status bacapres merupakan tugas dan amanah yang sudah dia sepakati. Sehingga, apapun hasilnya nanti, Anies merasa sudah berupaya optimal dalam bentuk kesediaan dan kesiapan menyambut tugas tersebut.

“Saya menerima panggilan tugas dan saya selalu mengatakan ya, bersedia.

Anies melanjutkan, tugas-tugas dan amanah itu, sekecil apapun tidak pernah dia tolak jika demi menunjang kemaslahatan bersama. Seperti ketika dia ditunjuk menjadi pembina karang taruna 10 tahun lamanya. Kemudian ia juga menyinggung posisi jubir dan Menteri Pendidikan.

“Ketika saya dipanggil tugas oleh Pak Jokowi. Ini kan proses bernegara, untuk menjadi juru bicara, saya katakan siap. Dipanggil tugas mengerjakan Kementerian Pendidikan untuk memimpin, ya, saya kerjakan,” ujar Anies.

“Jadi bagi saya pak, bukan tentang posisi. Kalau saya ditugaskan, saya kerjakan. Bila tidak, sata banyak kegiatan lain yang saya bisa kerjakan,” katanya.

Diketahui, Anies Baswedan dideklarasikan sebagai bacapres usungan NasDem, lalu kemudian satu-persatu partai politik merapat ke arahnya, memberi dukungan dengan meresmikan Koalisi Perubahan untuk Persatuan ( KPP ).

KPP terdiri atas NasDem, Demokrat, Partai Keadian Sejahtera (PKS), hingga menyusul dua lainnya, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golongan Karya (Golkar). ***