RedaksiHarianPIKIRAN RAKYAT – Belum lama ini, Ketua BPIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan kekecewaannya atas kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), hingga menyarankan lembaga antirasuah itu dibubarkan karena dinilai tidak efektif.

“Saya sampai kadang-kadang bilang sama Pak Jokowi, sudah deh, bubarin aja KPK itu Pak. Menurut saya nggak efektif. Ibu nih kalau ngomong ces pleng,” ujar Megawati , di Jakarta Selatan, Senin, 21 Agustus 2023.

Menanggapi pernyataan Megawati , Wakil Ketua KPK , Alexander Marwata sebagai pengurus dari lembaga antirasuah yang disebut tak efektif itu akhirnya berkomentar.

ADVERTISEMENT

Alex menilai apa yang disampaikan Ketum PDIP itu mungkin sebagai cerminan keprihatinan atas masih banyaknya kasus korupsi yang terjadi meski KPK sudah berdiri sejak 20 tahun lalu.

“Terkait pembubaran KPK , sebenarnya kan pernyataan Bu Mega sudah diklarifikasi oleh Pak Sekjen (PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto). Barangkali Bu Mega itu prihatin sudah 20 tahun KPK berdiri kenapa korupsi masih terjadi. Bahkan, kalau dilihat dari indeks persepsi korupsi , malah turun,” katanya di Gedung Merah Putih KPK , Rabu, 23 Agustus 2023.

Jangankan Megawati , menurut Alex, dia sebagai bagian dari KPK pun kecewa lantaran hingga saat ini kasus korupsi masih merajalela di Tanah Air.

“Kalau menyangkut keprihatinan, loh saya di sini ( KPK ) delapan tahun, prihatin juga saya,” ujar dia.

Meski begitu Alex menuturkan sejatinya tugas memberantas korupsi bukan hanya jadi tanggung jawab KPK .

Hemat dia perlu adanya sinergi antara lembaga antirasuah dengan masyarakatnya itu sendiri.

“Saya, sekali lagi, tentu kita tidak bisa hanya mengandalkan KPK . Sangat tidak mungkin upaya pemberantasan korupsi hanya diserahkan kepada KPK , jelas di dalam undang-undang KPK itu melakukan tugas itu dengan melibatkan seluruh elemen bangsa,” kata Alex.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menepis kabar yang beredar di media massa terkait sampai hatinya Megawati meminta KPK dibubarkan.

“Itu dipelintir. Maksud Bu Mega, beliau yang mendirikan KPK , (tapi korupsi ) masih jadi persoalan pokok,” kata Hasto.

Alih-alih membubarkan, Hasto menilai Megawati ingin KPK tak hanya menjadi komisi yang sifatnya ad hoc atau dapat dibubarkan kapan saja.

“Bu Mega menegaskan jangan hanya komisi karena komisi sifatnya bukan permanen,” tutur Hasto.

Menurutkan, sang Ketum ingin gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia benar-benar bisa menurunkan angka serta perilaku korupsi terhadap anggaran negara.

“Harus ada upaya sungguh-sungguh, komitmen pemimpin nasional dan anak bangsa untuk mencegah korupsi ,” katanya.***