
RedaksiHarian – Anggota Satgas Pamtas Mobile Yon 7 Marinir TNI -AL, Pratu Agung Pramudi Laksono (27) meninggal dunia dalam kontak tembak dengan KKB di Dekai , Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengatakan KKB menyerang pos Marinir di KM 06. Penyerangan terhadap pos Satgas Pamtas Mobile Yon 7 Marinir yang berlokasi di kampung baru jalan Statistik, Distrik Dekai .
“Korban dilaporkan meninggal dalam perjalanan ke RSUD Dekai , ” kata Fakhiri seraya menambahkan, saat ini penyidik Polres Yahukimo sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya kelompok mana.
ADVERTISEMENT
Saat ini aparat keamanan di Dekai masih bersiaga guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan, ujar Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan pemerintah terus berupaya membebaskan Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens yang sudah enam bulan disandera Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ).
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri pun terus menjalin komunikasi bersama Selandia Baru. Upaya-upaya pembebasan pilot Susi Air itu terus dibahas.
“Kita terus membangun komunikasi dengan Selandia Baru. Artinya, mereka tau apa yang sedang dilakukan pemerintah dalam rangka membebaskan sandera,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah di Padang, Senin 21 Agustus 2023.
Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengungkapkan bahwa lokasi KKB menyandera pilot Susi Air berada di medan yang sangat sulit dijangkau.
“Pimpinan KKB Egianus Kogoya juga sering berpindah-pindah lokasi penyanderaan di wilayah Nduga dan Lanny Jaya sehingga anggota sulit mendekati lokasi, apalagi KKB juga selalu menjaga sandera,” katanya.
Mathius Fakhiri mengatakan, upaya pembebasan sandera masih tetap mengedepankan negoisasi dengan memberikan ruang kepada tokoh masyarakat, agama, dan pihak keluarga mendekati Egianus Kogoya agar mau melepaskan sandera dalam keadaan selamat.
“Kita masih menunggu informasi lanjutan terkait pembicaraan yang dilakukan dengan kelompok Egianus, ” ujar Mathius Fakhiri.***