
RedaksiHarian – Ekonom Senior Rizal Ramli menilai praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme ( KKN ) pada masa pemerintahan Presiden Jokowi semakin parah. Bahkan, apa yang terjadi lebih para dari era pemerintahan Soeharto.
Oleh karena itu, dia bersama Amien Rais membawa rombongan untuk mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menuturkan bahwa kedatangan rombongannya ke KPK adalah untuk membahas perkembangan situasi dalam negeri saat ini.
“Kenapa kami datang ke KPK? karena 25 tahun yang lalu kami berjuang supaya Indonesia bebas dari KKN , ternyata hari ini kok KKN -nya lebih gawat. Selama pemerintahan Jokowi KKN makin ganas, berlipat ganda, makin parah, dan vulgar,” kata Rizal Ramli kepada wartawan, Senin 21 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
“Yang kedua, nepotismenya luar biasa. Pak Harto baru angkat Tutut Soeharto setelah 32 tahun berkuasa, hari ini Jokowi anaknya itu diatur lah sama dia, mantunya, dia mau bikin kerajaan, mau bikin dinasti, lupa bahwa dulu raja-raja di nusantara menyerahkan hartanya, menyerahkan kerajaannya, untuk gabung bikin republik,” ujarnya menambahkan.
Rizal Ramli menuturkan bahwa Presiden Jokowi memiliki ambisi tersendiri. Dia menilai, mantan Wali Kota Solo itu bercita-cita untuk menjadi raja di Indonesia.
“Hari ini Jokowi bercita-cita untuk jadi raja di Indonesia, lihat aja dandanannya. Berpakaian daerah, pakaian daerah rakyat biasa dong. Ini pakaian daerah raja-raja, Raja Amangkurat pula lagi, pengkhianat paling besar dalam sejarah di pulau Jawa. Kok tega?” ucapnya.
“Nah kita semua, termasuk saya bekas menterinya, itu ketipu dengan tampangnya yang yang lugu. Kita kena prank semua, kirain orang ini tampangnya merakyat, gayanya merakyat, jujur, tapi ternyata kagak. Hatinya itu untuk oligarki, dia sendiri kepengen jadi oligarki dan keluarganya,” kata Rizal Ramli menambahkan.
Dia pun menilai, apa yang dilakukan Jokowi pada saat ini merupakan bentuk pengkhianatan. Apalagi, beberapa kebijakannya justru membuat Indonesia bertambah miskin.
“Ini merupakan pengkhianatan terhadap undang-undang dasar 1945, selain kebijakannya yang bikin miskin, tindakannya bikin rakyat susah, selalu belain asing terutama China, dan dia sendiri ambisinya itu pengen bikin kerajaan,” ujar Rizal Ramli .
Oleh karena itu, dia membawa rombongan untuk datang ke KPK, untuk menghentikan kekacauan di Negeri Pertiwi. Menurutnya, KPK harus kembali kepada fitrahnya sebagai lembaga antikorupsi yang tidak pandang bulu pada siapa pun.
“Nah kami hari ini datang ke KPK, untuk KPK mohon maaf undang-undang KPK itu dimulai zaman Gus Dur, selesai zaman Megawati, dilaksanakan oleh pemerintah seterusnya. Kami ingin minta KPK kembali ke fitrahnya, berjuang buat melawan nepotisme dan korupsi tanpa pandang bulu siapapun pejabatnya, anak pejabat atau bukan. Supaya kapok!” tutur Rizal Ramli .***