
RedaksiHarian – Salah satu pengunjung di sidang Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, tiba-tiba berteriak ‘Kami di Papua!’, Senin 21 Agustus 2023.
Jaksa penuntut umum (JPU) lalu meminta majelis hakim untuk menegur pengunjung tersebut. “Izin Yang Mulia, pertama mungkin ini pemandu soraknya mungkin ditertibkan pemandu sorak yang ada di situ tolong ditertibkan,” ucap jaksa.
Hakim Ketua Cokorda Gede Arthana langsung menanyakan maksud dari teriakan pengunjung tersebut. “Saudara mau ngomong apa?” tanya Hakim.
ADVERTISEMENT
Namun, saat ditanyai hakim, pengunjung tersebut menyuruh untuk melanjutkan sidang.
“Jangan ganggung, kalau sedang bertanya jangan diganggu,” kata Hakim Cokorda kembali.
Terdakwa Direktur Lokataru Haris Azhar (kanan) dan mantan Kordinator KontraS Fatia Maulidiyanti (kiri) mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin 21 Agustus 2023.
Sidang pencemaran nama baik dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan tersebut beragendakan pemeriksaan dua terdakwa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti .
Haris dan Fatia dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik. Pasalnya, video yang diunggah oleh Haris tersebut berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN juga Ada1! >NgeHAMtam’ dinilai pihak Luhut merupakan fitnahan.
Haris didakwa Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang ITE, Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946, dan Pasal 310 KUHP. Setiap pasal tersebut di-juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.
Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sedih dengan apa yang dilakukan Haris Azhar terhadapnya. Padahal, dia banyak membantu aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut.
Hal itu disampaikan dalam sidang pencemaran nama baik yang dilaporkannya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis, 8 Juni 2023. Dia hadir sebagai saksi, dan memberikan keterangan terkait kasus yang dilaporkannya itu.
Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa dia pertama kali mengetahui adanya konten Youtube Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dari stafnya. Dia pun langsung menonton video berjudul ‘Ada lord Luhut di balik relasi ekonomi-ops militer Intan Jaya!! Jenderal BIN juga Ada1! >NgeHAMtam’ tersebut.
“Saya terus terang sedih. Kenapa Haris itu begitu memperlakukan saya? Saya baik sama dia, dia minta tolong mau sekolah, mau apapun saya bantu. Saya waktu itu dorong dia ke Harvard untuk ambil dokotrnya,” katanya.
“Dia bilang ‘Silakan Pak Luhut kalau bisa bantu saya’, tapi kemudian kami berapa lama tidak bertemu. Kemudian saya ketemu lagi, dia mengatakan tidak masuk sekolah itu,” tutur Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan.
Tidak hany itu, dia juga mengaku selama ini hubungannya dengan Haris Azhar tidak pernah jelek. Namun mengenai Fatia Maulidiyanti , dia mengatakan belum pernah mengenal wanita tersebut.
“Jadi tidak ada hubungan kami yang jelek, dia minta tolong apa, banyak nanti saya buka SMS-SMS, WhatsApp-WhatsApp dia ke saya,” ucap Luhut Binsar Pandjaitan.***