
RedaksiHarian – Partai Demokrat Liberal Rusia (LDPR) merilis bot Telegram berdasarkan pidato berapi-api dan kontroversial dari pendiri partai itu, Vladimir Zhirinovsky, yang meninggal karena Covid-19 tahun lalu.
Ide chatbot Zhirinovsky diusung sejak Apil lalu sekaligus hari peringatan kematiannya. Versi pertama bot tersebut dipresentasikan kepada pengunjung di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pada Juni 2023.
Namun, untuk lebih berkembang dan memprediksi dengan lebik baik apa yang akan dikatakan oleh penghasut nasionalis tentang peristiwa terkini, AI ini perlu dilatih untuk bertinteraksi dengan orang-orang nyata, kata anggota parlemen Rusia sekaligus kurator proyek tersebut, Vladimir Koshelev.
ADVERTISEMENT
” Vladimir Volfovich (Zhirinovsky) sendiri selalu siap untuk mendengarkan orang, dan bereaksi tajam dan jujur untuk setiap, bahkan pertanyaan yang paling sulit dan tidak nyaman. Tugas kami adalah mendidik magang digitalnya sesuai dengan itu,” katanya pada Sabtu, 19 Agustus 2023, dikutip dari Russia Today.
“Biarkan orang-orang mendengar dan melihat Zhirinovsky hidup dalam diri kita masing-masing,” sambungnya.
Seorang veteran kancah politik Rusia yang dikenal karena retorikanya yang membara, Zhirinovsky lahir dengan nama Vladimir Volfovich Eidlestein, meninggal pada 6 April 2022 akibat Covid-19 pada usia 75 tahun di Rumah Sakit Klinik Pusat di Moskow.
Zhirinovsky dikenal karena retorikanya yang flamboyan, pernyataannya yang kasar, dan terkadang pandangan kenabiannya.
Dia berulang kali terlibat dalam skandal selama karier politiknya yang panjang, sering marah saat debat, melontarkan kata-kata kasar dan bahkan berkelahi dengan lawan.
Dia mencalonkan diri sebagai presiden dalam banyak pemilihan, tetapi tidak pernah menerima lebih dari 10 persen suara pemilih.***