
RedaksiHarian – “Mengkritik sejatinya merupakan vitamin demokrasi. Namun saya sangat menyayangkan, jika kritik yang dikeluarkan hanya bersandar pada asumsi,” kata Dasco dikutip dalam keterangan tertulis, Senin 21 Agustus 2023.
“Ini adalah pendidikan politik yang buruk untuk publik,” ujarnya.
Dasco menduga munculnya kritik terhadap program Food Estate yang digarap oleh Prabowo Subianto lantaran elektabilitas Menteri Pertahanan itu sedang tinggi.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian Dasco mengajak agar lebih baik berpolitik dengan rasional dan berbasis pada data, guna memberikan pendidikan politik yang baik untuk masyarakat.
“Saya memahami, di tengah baiknya posisi Pak Prabowo dan Partai Gerindra dari sisi kepercayaan publik yang tercermin dari baiknya tingkat elektabilitas, kritik tak berdasar ini dapat untuk menurunkan kepercayaan publik kepada Pak Prabowo dan Partai Gerindra ,” katanya.
Lebih lanjut Dasco menjelaskan, saat ini sudah ditemukan formula yang diperoleh dari hasil riset yang akan diimplementasikan menjadi prototipe food estate tanaman singkong. Semua proses ini dilakukan dengan tanpa memakai uang negara 1 rupiah pun.
“Saya ulangi tanpa memakai uang negara 1 rupiah pun,” tuturnya.
Dasco menyebut Prabowo Subianto kini tengah melibatkan akademisi, anak muda, dan pihak swasta untuk melakukan riset menanam di lahan Food Estate yang berpasir.
“Lahan berpasir ini membuat lahan seluas 6.600 hektare yang seharusnya ditanami singkong, sampai sekarang baru tercapai 10 persennya saja atau 660 hektare,” katanya.
Diketahui, program food estate merupakan program pemerintah yang memiliki konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan untuk meningkatkan cadangan pangan nasional.
Program ini masuk dalam salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024, dimana program food estate telah dikembangkan di beberapa daerah seperti Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.***