RedaksiHarian – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (Sekjen PDIP ), Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa partainya akan menjadi “rumah” bagi seluruh penganut kepercayaan atau agama di Indonesia. Hasto juga menekankan PDIP bakal merangkul setiap kelompok dan golongan di Tanah Air.

Mulanya Hasto memulai pembahasan soal ini dengan mengungkap kedekatan Ganjar bersama beberapa golongan penting di Indonesia, seperti dua organisasi masyarakat (ormas) Islam, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Latar belakang Pak Ganjar, keluarganya sangat baik, istrinya Bu Siti Atiqoh memiliki irisan dengan teman-teman dari NU, dari PPP. Sementara Bung Karno dan Ibu Megawati juga memiliki kedekatan dengan keluarga besar Muhammadiyah,” kata Hasto, di sela-sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDIP , di Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu, 20 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

“Pada saat bersamaan PDI Perjuangan juga menjadi rumah bersama bagi umat Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu, serta aliran kepercayaan (lainnya),” ujarnya lagi.

Bukan hanya itu, putra dari Ganjar, Muhammad Zinedine Alam Ganjar, juga merupakan representasi anak muda di Indonesia. Hal ini menjadi penting lantaran pemilih untuk Pemilu 2024 didominasi oleh kalangan muda-mudi.

“Keluarga (Ganjar yang) sakinah ini akan menjadi representasi dalam suatu tradisi membangun demokrasi yang baik,” kata Sekjen PDI Perjuangan tersebut.

Dalam kesempatan serupa, ia menyampaikan bahwa partainya menghormati pilihan partai politik (parpol) lain yang memilih untuk tidak bergabung bersama mereka. Kendati parpol tersebut merupakan tandem di Pemilu sebelumnya.

Dengan demikian, Hasto menekankan pihaknya hormat atas keputusan Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk merapat ke kubu Prabowo Subianto, alias Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Gerindra dan PKB.

Menurutnya, PDIP telah memainkan perannya untuk menjalin komunikasi dengan kedua partai tersebut. Sehingga jiga tidak membuahkan hasil, maka PDIP undur diri tak ingin mencampuri baik pilihan PAN maupun Golkar di 2024 nanti.

“Komunikasi sudah dijalankan, tapi kalau partai-partai tersebut sudah mengambil keputusan untuk bersama, baik untuk mendukung kami atau tidak mendukung. Itu kami hormati. PDI Perjuangan tidak pernah mencampuri kedaulatan partai lain,” kata Sekjen PDIP .

Terlebih, kata dia, dinamika politik ini justru menguatkan solidaritas koalisi pendukung Ganjar Pranowo. Buktinya dengan bermunculannya gerakan solidaritas dari masyarakat pro Ganjar Pranowo sebagai presiden pengganti Joko Widodo (Jokowi).

Demikian dukungan dari akar rumput, bagi Hasto itu terlihat juga dari berbagai hasil survei, salah satunya oleh Indikator Politik Indonesia. Survei yang dirilis pada Jumat, 18 Agustus 2023 itu, kata Hasto menunjukkan tingkat keterpilihan Ganjar yang menanjak, usai sempat turun dan stagnan di beberapa bulan terakhir.

“Ini berarti telah terjadi rebound. Tak heran optimisme soal kemenangan pileg (pemilihan anggota legislatif) dan Pilpres 2024 sangat tinggi di seluruh kader PDIP , termasuk di Kalimantan Timur,” tuturnya. ***