
RedaksiHarian – Tinggal menghitung hari, Gubernur Jawa Barat , Ridwan Kamil lengser dari jabatannya.
Pria yang akrab disapa Emil itu dilaporkan akan meninggalkan kursi kepemimpinannya pada 5 September 2023.
Sementara, meski masa tenggang jabatan sudah di depan mata, Emil masih enggan membocorkan rencana politiknya untuk 2024 mendatang.
ADVERTISEMENT
Walakin tidak menyebut secara rinci tujuannya setelah selesai mengarsiteki Jabar, Ridwan Kamil mengaku memiliki beberapa kesempatan untuk kembali berkarier di dunia politik.
Dia memaparkan ada empat kesempatan yang mungkin bisa menjadi pilihan setelah lengser dari posisi saat ini, di antaranya melaju kembali ke Pilgub Jawa Barat, atau bisa jadi ikut kontestasi Pilgub DKI Jakarta , Pilpres 2024, hingga merespons tawaran menjadi menteri.
Apapun jadinya nanti, hemat Ridwan Kamil , dia akan senang hati mengemban jabatan yang diamanahkan oleh publik selama memiliki aspek manfaat untuk bersama.
“Ada yang nawarin jadi menteri. Siapa pun presidennya, katanya. Tapi apapun itu, hidup mah satu, di manapun kita ditempatkan, manusia yang paling mulia adalah manusia yang paling bermanfaat,” ucapnya.
Menurut survei Indikator Politik Indonesia periode Februari-Maret, elektabilitas Ridwan Kamil untuk Pilgub DKI Jakarta berada di peringkat dua dengan perolehan angka 7,4 persen, lebih besar dari kandidat potensial lainnya seperti Ganjar Pranowo, Anies Baserdan, Sandiaga Uno, hingga Agus Harimurti Yudhoyono.
Mengetahui namanya yang hampir berada di puncak elektabilitas Pilgub DKI Jakarta , Ridwan Kamil tak menyangka dan berseloroh tak pernah melakukan kampanye atau kegiatan di tengah publik Jakarta untuk memperkenalkan diri.
Dia juga mengaku tidak pernah memasang baliho promosi di DKI Jakarta dalam rangka ikhtiar untuk mengikuti Pilgub selanjutnya.
“Kalau ke DKI itu hanya karena surveinya tidak disangka-sangka bagus. Padahal, tidak ada baliho Ridwan Kamil di Jakarta. Saya tidak jalan-jalan di car free day Sudirman-Thamrin. Tapi survei lumayan. Berarti apa yang di Jabar dikonsumsi oleh orang Jakarta,” ujar Emil.
Kendati demikian, sebelumnya dia sempat menolak disebut memberi sinyal akan meninggalkan Jabar untuk Pilgub DKI Jakarta , dan memilih tak mengomentari soal Pemilu 2024 hingga waktu yang tepat tiba.
“Tidak ada pasti. Urusan begitu bulan Februari. Apa urgensinya bertanya di hari ini untuk sesuatu yang jauh dan belum pasti,” kata Ridwan Kamil .***