/photo/2023/08/18/1788094122.jpeg)
RedaksiHarian – Hotel yang berada di Jalan Panglima Polim V, Jakarta Selatan , mengalami kebakaran pada Jumat, 18 Agustus 2023, sekira pukul 23.50 WIB. Akibat kebakaran tersebut, sebanyak tiga orang meninggal dunia. Seluruh korban adalah tamu yang tengah menginap di hotel tersebut. Saat ini tiga jenazah berada Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta Selatan .
Berdasarkan pantauan pada Jumat, 18 Agustus 2023, sekira pukul 10.06 WIB, garis polisi atau police line telah terpasang di pintu masuk hotel untuk kepentingan penyelidikan pihak kepolisian.
Pintu masuk hotel tampak tertutup rapat, pun tidak terlihat adanya karyawan hotel yang tengah beraktivitas.
ADVERTISEMENT
Akui selaku Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat mengatakan tiga korban meninggal sempat terjebak di dalam satu kamar. Dia menyebut tiga korban terlambat dievakuasi karena kamar yang dihuni pintunya dalam keadaan terkunci.
Lebih lanjut, Akui menjelaskan dua penghuni lainnya yang berada di kamar berbeda bisa diselamatkan. Dua tamu hotel tersebut sempat diberikan pertolongan pertama sebelum dibawa ke RS Pertamina dan RS Fatmawati, Jakarta Selatan .
“Pertama kali yang dievakuasi itu satu laki-laki, satu perempuan itu ada napas bisa ditolong, satu dibawa ke RS Pertamina, satu dibawa ke RS Fatmawati,” kata Akui saat ditemui Pikiran-Rakyat.com, Jumat, 18 Agustus 2023.
“Yang belakangan ini tidak bisa masuk karena kamar terkunci. Mungkin didobrak atau bagaimana agak lamban evakuasinya seperti enggak tertolong tiga. Dua perempuan, satu laki-laki,” ucapnya menambahkan.
Akui menyampaikan tiga korban tersebut sudah dalam kondisi meninggal ketika berhasil dievakuasi keluar kamar hotel .
“Dibawa turun sudah tidak ada napas lagi,” tutur Akui.
Akui mengungkapkan hotel di Jaksel tersebut sempat berganti nama. Perubahan nama karena ada pergantian kepemilikan hotel . Dia menyebut hotel dengan nama yang baru beroperasi pada Mei 2023.
Dikatakan Akui, bahwa hotel di Jaksel itu termasuk penginapan yang sepi pengunjung meskipun sudah beroperasi sekira 4 bulan dan menyediakan bar untuk para tamunya.
“Kenapa sepi? Habis pandemi. Hotel ada barnya. Bar ada di basement, barnya juga sepi.
Akui mengungkapkan bahwa hotel tersebut tidak memiliki lift, tetapi hanya tangga yang digunakan sebagai akses untuk menuju kamar-kamar hotel .
“Enggak ada lift, dulu kan aslinya ini bank swasta. Bank swasta itu tutup tidak lama,” tuturnya.
Akui mengaku sebagai ketua RT sempat mengecek keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang disiagakan pihak hotel di lobi. Akan tetapi, dia tidak mengetahui persis apakah alat pemadam api juga ditempatkan di setiap lantai.
“APAR di bawah ada (lobi), kalau atas (lantai) saya tidak memperhatikan,” ucapnya.
***