
RedaksiHarian – Seorang guru SMA di Maluku Tengah menjadi bulan-bulanan puluhan murid. Dia menjadi korban bullying pada saat hendak pulang.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat guru perempuan itu berada di dekat motornya. Namun, dia tidak bisa pulang, karena dikepung puluhan siswa .
Video berdurasi 27 detik yang direkam dan viral di media sosial itu dilaporkan terjadi di SMAN 15 Maluku Tengah . Puluhan siswa melakukan bullying terhadap gurunya yang hendak mengendarai sepeda motor.
ADVERTISEMENT
Para murid itu tampak berdiri di sekitar area parkir, mengepung sang guru yang hendak pulang. Mereka juga menyoraki guru yang tampak kebingungan tersebut.
“Seng (tidak) bisa pulang, seng bisa pulang, seng bisa pulang,” kata mereka.
Sedangkan sang guru tampak berusaha untuk mendapatkan kembali kunci motornya. Dia juga sempat menasihati para murid, tetapi tidak jelas apa yang disampaikannya.
Sampai akhirnya, kunci motor baru diberikan oleh siswa setelah gurunya meminta berulang kali.
Berdasarkan informasi, guru yang menjadi korban bullying itu bernama Maryam Latarissa. Dia merupakan Wakil Kepala Sekolah SMAN 15 Maluku Tengah .
Kejadian berlangsung dia era parkir sekolah pada Senin, 14 Agustus 2023. Pada saat itu, para siswa tengah melakukan aksi unjuk rasa.
Mereka berdemo, untuk menuntut sejumlah kebijakan sekolah yang dinilai tidak melibatkan siswa . Salah satunya adalah penunjukkan Ketua Osis tanpa melibatkan Majelis Perwakilan Kelas.
Selain itu, ada juga larangan berpendapat yang diterapkan pihak sekolah. Kemudian, pengankatan Ketua Gugusdepan (Gudep) Pramuka yang dinilai menyalahi aturan. Pasalnya, masa bakti ketua Gudep yang lama masih tersisa satu tahun.
Berikut poin tuntutan para siswa yang viral karena melakukan bullying terhadap gurunya:
Maryam Latarissa pun mengaku telah memaafkan tindakan para siswanya. Bahkan tanpa diminta, dia telah memaafkan mereka pascakejadian di lingkungan sekolah tersebut.
Menurutnya, para siswa tidak berniat melakukan hal tersebut. Namun, diduga ada oknum lain yang memanasi mereka. Sehingga mereka kemudian melakukan hal yang tidak dibenarkan tersebut.
Sementara itu Kepala Sekolah memastikan pihaknya segera memanggil orangtua siswa untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pasalnya, kejadian itu mempengaruhi nama baik sekolah, sehingga pertemuan dengan orangtua siswa diharapkan bisa mendapatkan solusi terbaik.
Pihaknya akan mengumpulkan data para siswa yang terlibat dalam kejadian. Mereka kemudian akan diminta merekam video permintaan maaf secara langsung kepada korban.***