RedaksiHarian – Asap tebal mengepul dari salah satu lantai hotel di kawasan Melawai , Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kejadian dilaporkan berlangsung pada Kamis 17 Agustus 2023 sekira pukul 23.48 WIB.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat salah satu tamu hotel yang panik keluar. Mereka kemudian melihat asap hitam mengepul di bagian atas hotel .

“Ya Allah gua sumpah gemeter Ya Allah Ya Rabb, takut banget,” ujar wanita yang merekam.

ADVERTISEMENT

“Sumpah takut banget, udah pada turun belum? Sumpah gua lagi di toilet,” katanya menambahkan.

Sementara wanita lain yang berada di dekatnya tampak merasa lega, karena berhasil terbangun dan mengevakuasi diri. “Tapi untung bangun mbak,” ucapnya.

Atas kejadian tersebut, lebih dari lima unit dan 30 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, belum diketahui penyebab kebakaran di hotel tersebut.

Sementara itu, di dalam hotel , ada sejumlah tamu yang terjebak. Anggota pemadam berjibaku untuk mengevakuasi.

Tiga orang tamu yang sedang menginap di hotel di kawasan Melawai dilaporkan tewas pada Jumat 18 Agustus 2023 pukul 00.05 WIB. Kapolsek Metro Kebayoran Baru, Kompol Tribuana Roseno mengatakan bahwa penyebab asap pekat diduga berasal dari sofa yang terbakar di lantai dua hotel .

“Di dalam ada lima kamar hotel yang terisi. Masing-masing kamar ada dua orang di kamar. Korban ada enam. Tiga selamat, tiga dinyatakan meninggal dunia,” tuturnya.

Tribuana Roseno menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk mencari penyebab pasti asal muasal asap pekat di hotel .

“Korban tak ada luka bakar, kemungkinan hanya karena (menghirup) asap ,” ucapnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Instagram @merekamjakarta, Jumat 18 Agustus 2023.

Semua jenis asap yang terhirup dan masuk ke dalam tubuh bisa menimbulkan dampaknya tersendiri bagi kesehatan. Termasuk, asap kebakaran.

Kebakaran juga menghasilkan debu halus yang mudah terisap dan mengotori sistem pernapasan. Ketika masuk ke dalam tubuh, hasil dari kebakaran bisa memicu gangguan pernapasan.

Menurut National Fire Protection Association (NFPA), sebagian besar kematian akibat kebakaran disebabkan oleh menghirup asap , bukan karena luka bakar.

Untuk membakar, api membutuhkan oksigen dan menghabiskan banyak oksigen yang tersedia yang dibutuhkan individu untuk bernafas dan tetap sadar. Hal itu dapat terjadi begitu cepat, sehingga penghuni rumah atau bangunan kewalahan dan tidak dapat mencapai pintu keluar yang mudah diakses.***