RedaksiHarian – Perancang busanaAnne Avantie menilai baju adat Ageman Songkok Singkepan Ageng, dari Keraton Surakarta Hadiningrat, yang dikenakan Presiden Joko Widodo pada upacara HUT ke-78RI di Istana Negara, Kamis, memberikan kesan pemimpin yang “welas asih”.

“Bapak Negara kita adalah pemersatu Bangsa, baju adat yang beliau kenakan merupakan Ageman Songkok Singkepan Ageng, dari Surakarta, memberi pesan kesan pemimpin yang welas asih,” ujar Anne saat dihubungi ANTARA, Kamis.

Welas Asih atau dapat diartikan sebagai kasih sayang atau rasa empati, sebagai suatu bentuk kepedulian seseorang dengan orang lain. Dimana menurut Anne, tergambarkan dari filosofi pakaian adat tersebut.

Wanita Indonesia pertama peraih penghargaan Barbie Role Model itu menjelaskan, Ageman Songkok Singkepan Ageng merupakan pakaian adat yang biasanya dikenakan oleh raja Pakubuono Surakarta yang memiliki kebiasaan dermawan kepada rakyatnya.

“Baju adat tersebut mempunyai makna yang mendalam, ada pesan yang sangat sarat dengan kepedulian yaitu di zamannya pakaian itu dikenakan oleh raja ketika keluar dari Keraton dengan kereta kuda untuk terjun langsung melihat keadaan rakyatnya,” jelas Anne.

“Juga sebagai rasa empati dan cintanya beliau membagikan uang dan makanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Upacara HUT ke-78 Kemerdekaan RI diselenggarakan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (17/8) sekitar pukul 09.00 WIB.

Upacara HUT Kemerdekaan RI tahun ini kembali dimeriahkan dengan penampilan tamu-tamu undangan yang memakai pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Jokowi, hal itu sengaja dilakukan untuk menunjukkan keberagaman yang dimiliki dan merupakan kekuatan bangsa Indonesia.

Tahun ini diperkirakan menjadi upacara HUT Kemerdekaan RI terakhir yang diselenggarakan di Istana Merdeka di Jakarta, karena pada 2024 Presiden Joko Widodo menargetkan untuk mengadakan upacara HUT Kemerdekaan RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.