
RedaksiHarian – Banyak orang menyangka bahwa Belanda datang sebagai sebuah negara kerajaan untuk menjajah Nusantara. Faktanya, Belanda tidak datang sebagai sebuah negara berdaulat, tetapi sebagai sebuah perusahaan multinasional bernama Vereenigde Oostindische Compagnie ( VOC ) atau Dutch East India Company.
Perusahaan tersebut mendirikan berbagai benteng-benteng untuk menjaga gudang perdagangan di seluruh nusantara. VOC mengangkut berbagai produk-produk di Nusantara seperti rempah-rempah untuk dijual kembali ke Eropa. Nah apa saja fakta-fakta menarik VOC ? Simak selengkapnya.
VOC didirikan oleh mantan perwira militer kerajaan Belanda bernama Johan van Oldenbarnevelt. Dia mendirikan perusahaan tersebut pada 20 Maret 1602 dengan tujuan melakukan perdagangan dengan India Mughal, tempat asal sebagian besar kapas dan sutra Eropa.
ADVERTISEMENT
Dengan cepat, pemerintah Belanda memberikan monopoli selama 21 tahun kepada VOC dalam perdagangan rempah-rempah dengan negara-negara Asia Selatan, dan perusahaan tersebut mulai berkembang dari sana.
Pada awal tahun 1600-an, VOC menjadi perusahaan pertama yang terdaftar di bursa saham. Bersama dengan jangkauan globalnya dan karyawan lintas negara, ini adalah salah satu alasan mengapa VOC merupakan pelopor perusahaan multinasional modern.
Praktik penjualan saham tersebut kemudian menjadi dasar dalam transaksi bursa saham modern yang dikenal saat ini.
Perusahaan paling kaya sepanjang sejarah adalah Perusahaan Hindia Timur Belanda ( VOC ). Menurut howmuch.net, nilainya mencapai angka yang menakjubkan, yaitu 8,28 triliun dolar Amerika Serikat pada tahun 1637.
Nilai tersebut 2 kali lipat dari perusahaan milik Raja Arab, Aramco, 4 kali lipat dari nilai Alphabet perusahaan induk Google LLC, dan 8 kali lipat dari nilai Apple.
VOC diizinkan kerajaan Belanda untuk memiliki armada perang dan tentara. Kerajaan Belanda juga memberikan hak kepada perusahaan tersebut untuk menyatakan perang dan membangun koloni di wilayah-wilayah produksi.
Hak-hak tersebut bernama Octrooi dan menjadikan VOC satu-satunya perusahaan swasta yang secara legal dapat membangun kekuatan militer.
Ketika harga rempah-rempah menurun dan tidak lagi menjadi komoditas utama, VOC rupanya tetap mampu beradaptasi. Untuk tetap beroperasi, VOC beralih ke perdagangan berbagai jenis komoditas.
Menurut sejarawan Mona Lohanda, VOC mulai mengangkut dan menjual berbagai komoditas khas dari wilayah tropis, termasuk ayam, beras, kuda, dan bahkan budak.***