RedaksiHarian – Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Edy Priyono optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo merupakan target yang realistis.
“Pertumbuhan ekonomi kita sudah tujuh kuartal berturut-turut tumbuh di atas 5 persen. Jadi, target pertumbuhan 5,2 persen pada tahun 2024 menurut saya sangat realistis,” kata Edy kepada Antara di Jakarta, Rabu.
Optimisme yang sama juga berlaku pada target inflasi 2,8 persen. Data terakhir inflasi Indonesia berada di level 3,1 persen pada Juli 2023. Menimbang data tersebut, Edy yakin target inflasi 2,8 persen pada 2024 juga realistis.
Menurut Edy, kunci utama inflasi terletak pada konsumsi rumah tangga dan investasi, yang kemudian turut didukung oleh belanja pemerintah sebagai stimulan.
“Kombinasi kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI) dan kebijakan fiskal yang diiringi dengan koordinasi pemerintah pusat dan daerah terbukti manjur sebagai resep untuk mengendalikan harga,” jelas Edy.
Meski begitu, ia mengatakan tetap dibutuhkan sikap waspada dalam menghadapi tantangan perekonomian ke depan, baik tantangan domestik maupun global. Sebab, masih ada unsur ketidakpastian dalam lanskap global.
“Tapi, hal itu tidak mengurangi optimisme kita,” tambah dia.
Presiden Joko Widodo, dalam dalam pidato penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2024 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR RI Tahun Sidang 2023 – 2024, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, menyampaikan target pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan sebesar 5,2 persen.
Presiden mengatakan stabilitas ekonomi makro akan terus dijaga serta situasi Pemilu dan Pilkada serentak pada 2024 akan dikondisikan untuk tetap kondusif guna meningkatkan optimisme perekonomian jangka pendek.
Adapun untuk inflasi, Presiden menyebut peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap dioptimalkan untuk memitigasi tekanan inflasi, baik akibat perubahan iklim maupun gejolak eksternal.
Koordinasi yang kuat antara anggota forum Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah akan terus dijaga.