
RedaksiHarian – Di tengah persiapan untuk Piala Dunia U17 , Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung akan digunakan untuk konser Dewa 19 , yakni pada 19 Agustus 2023. Pemerintah Kabupaten Bandung menerima Rp925 juta untuk biaya konser di Si Jalak Harupat itu.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Bandung Kawaludin mengatakan, selama ini pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan dari Sarana Olah Raga (SOR) Jalak Harupat memang cukup minim. Mengingat, sudah cukup lama tak ada yang menyewa stadion.
“Sementara ini kami masih kurang, masih jauh dari ideal. PAD dari Jalak itu kan selama ini cuma untuk sewa training soccer, karena stadion kan belum pernah ada yang menyewa, baru sekarang saja untuk konser Dewa 19 ,” kata Kawaludin di Banjaran pada Selasa, 15 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
Meskipun akan dipakai untuk acara musik, dia menilai bahwa persiapan Stadion Si Jalak Harupat untuk lokasi pertandingan Piala Dunia U-17 tidak akan terganggu. Dia juga meyakini bahwa stadion yang diresmikan pada 2005 silam itu tidak akan mengalami kerusakan.
Apalagi, menurut Kawaludin, pengalaman konser Dewa 19 sebelumnya tak menyisakan masalah kerusakan fasilitas di tempat yang digunakan. Sebelumnya, Dewa 19 memang telah menggelar konser di Stadion Manahan Solo dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta.
“Semua (lapangan) ditutup pakai grass cover, pakai alat sesuai standard FIFA. Apabila ada kerusakan kecil, mereka akan bertanggung jawab. Insyaallah, karena sudah ada di Solo aman, kemudian malam minggu kemarin di GBK juga aman. Saya kira yang ketiga ini insyaallah aman,” katanya.
Terkait dengan persiapan buat Piala Dunia U-17, Kawaludin menyatakan bahwa hingga saat ini terus berproses. Dia pun mengaku baru saja mengikuti rapat secara virtual dengan Kemenpora, PSSI, dan para pemangku kepentingan yang lain.
“Tentunya agreement-agreement yang dibangun mulai dari facility agreement, stadiun agreement, dan training site agreement ini akan segera ditandatangani oleh FIFA dan setiap pemerintah daerah, stakeholder terkait. Itu maksimal 22 Agustus sudah penandatanganan,” katanya.
Setelah itu, kata Kawaludin, dilakukan proses penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) dan Keputusan Presiden (Keppres) terkait penunjukkan tuan rumah Piala Dunia U-17. Selain itu, dia menambahkan, Kementerian PUPR juga akan mengintervensi pembenahan tempat latihan.
“Kementerian PUPR juga akan mengintervensi pendukungan sarana dan prasarana. Khususnya di stadion-stadion berlatih yang belum terintervensi oleh Kementerian PUPR, seperti lapangan ITB, lapangan Arcamanik, itu kan belum tersentuh, itu akan segera diselesaikan,” katanya.
Kawaludin menambahkan, FIFA juga akan kembali datang ke Stadion Si Jalak Harupat untuk melakukan inspeksi terakhir mengenai kesiapan seluruh sarana dan prasarana stadion. Kunjungan delegasi dari FIFA itu, kata dia, direncanakan berlangsung pada 26 Agustus 2023.
Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna tak mempermasalahkan penggunaan Stadion Si Jalak Harupat buat konser Dewa 19 . Selain memang belum digunakan untuk kepentingan Piala Dunia U-17, stadion di wilayah Kutawaringin itu memiliki kualitas rumput yang baik.
“Enggak apa-apa. Ini kan 19 Agustus, konser Dewa 19 itu. Jadi pelaksanaan (Piala Dunia U-17) itu di bulan November, masih ada waktu. (Rumputnya) itu tiga lapis yah, saya lihat kemarin. Jadi begitu dibuka (lapisan atas), sehat saja,” katanya.***