RedaksiHarian – Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar mengungkapkan rencana aksi tersangka dugaan tindak pidana terorisme berinisial DE yang juga merupakan pegawai PT Kereta Api Indonesia ( KAI ). Menurutnya, DE hendak melancarkan aksi amaliyah ke Mako Brimob dan TNI.

“Memiliki rencana atau niatan untuk melakukan aksi kembali ke Mako Brimob yang di Kelapa Dua dan Mako Brimob yang di Jawa Barat,” katanya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News pada Selasa, 15 Agustus 2023.

“Juga terhadap beberapa markas tentara yang sudah dikenali atau ditandai, di-profiling oleh yang bersangkutan,” ujarnya melanjutkan.

ADVERTISEMENT

Aswin menjelaskan bahwa aksi tersebut direncanakan DE lantaran mendapatkan inspirasi dari peristiwa kerusuhan Mako Brimob 2018. Saat itu, narapidana terorisme (napiter) diketahui membuat kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Pegawai KAI kelahiran tahun 1995 itu pun diketahui telah menjalani latihan untuk melancarkan rencana aksinya. Namun, hingga saat ini, Densus 88 masih mendalami hal tersebut.

“Dalam pemeriksaan yang bersangkutan menjelaskan bahwa memang yang bersangkutan terinspirasi karena memiliki Ghirah setelah melihat aksi pemberontakan atau perlawanan teroris di Mako Brimob,” ucap Aswin.

Aswin Siregar menjelaskan bahwa sebelum DE menjadi pegawai BUMN PT KAI , ia pernah bergabung dengan kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Barat (MIB) pimpinan WM sejak 2010.

“Tadi seperti saya bilang, terpapar atau keterlibatan dia itu dimulai dari 2010 ketika dia menjadi jamaah di MIB,” tuturnya, sebagaimana dilaporkan dari Antara.

Aswin menjelaskan kelompok MIB bubar setelah pimpinannya, yakni WM ditangkap oleh Densus 88. Jamaah kelompok tersebut juga ikut bubar dan menyebar, salah satunya DE.

Pada 2014, DE pertama kalinya menyatakan baiat kepada Amir Islamic State Abu Al Husain. Kemudian, pada 2016, DE menjadi pegawai BUMN.

“Mulai dari situ, melakukan aktivitas-aktivitas, persiapan-persiapan. Jadi, yang bersangkutan melakukan pelatihan, kemudian melakukan pengumpulan peralatan yang dibutuhkan,” katanya.

DE diketahui memanfaatkan media sosial untuk propaganda aksi terorisme dan menyebarkan konten-konten berbau jihad dan baiat. Beberapa akun miliknya pun pernah ditutup oleh Facebook dan YouTube.

Meski demikian, DE tetap membuat akun-akun baru dengan akses pribadi atau lebih private untuk ***