RedaksiHarian – Ketua Komisi B DPRD DKI Ismail mendorong perusahaan sektor jasa lebih berperan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota bisnis setelah tidak lagi menyandang sebagai ibu kota negara pada 2024.
“Bisnis berbasis jasa ini nanti kita buat daftarnya, misalkan perbankan ataupun bisa juga lainnya,” kata Ismaildi Balai Kota Jakarta, Selasa.
Ismailberharap perusahaan di sektor jasa ini bisa menjadi salah satu variabel penting dalam memberikan pemasukan bagi kota Jakarta ke depan.
Dia berharap daftar perusahaan jasa yang dikumpulkannya bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pendatang sekaligus pebisnis yang berkunjung ke Jakarta meskitidak lagi menyandang status Ibu Kota.
Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Pangan, Utilitas, Perpasaran, dan Industri BP BUMD DKI Jakarta Thomas menuturkanmenjelang kepindahan ibu kota ke Kalimantan Timur,telah memaksimalkan pemanfaatan barang dan jasa yang mampu menjangkau masyarakat.
“Itu terbukti dengan hadirnyaLRT, MRT, TransJakarta kemudian uang muka nol rupiah, beras murah, perbankan, dan sebagainya,” ujar Thomas.
Menurut dia dukungan Jakarta menjadi kota bisnis bisa dilihat dari adanya pelayanan jasa transportasi yang mampu mengantarkan masyarakat melakukan pekerjaan hingga menjalankan bisnis hingga ke penjuru kota.
Dengan demikian, lanjut dia, salah satu kemudahan akses transportasi ini mampu memberikan insentif dalam mendongkrakperekonomian Jakarta ke depan
“Kehadiran BUMD selain mengeksekusi program pemerintah juga menyediakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat,” tuturnya.
Berdasarkan data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), jumlah pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta mencapai 96 unit per 16 Januari 2023. Jumlah tersebut terdiri atas 76 mal dan 20 pusat perdagangan (trade center).